<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120392">
 <titleInfo>
  <title>VARIASI ABU SEKAM PADI DAN SEMEN POZZOLAN  SEBAGAI FILLER  DALAM CAMPURAN  ASPAL BETON DENGAN PENAMBAHAN ASBUTON  10%</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Candra Ria Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Filler  yang  pada  umumnya  digunakan  dalam  konstruksi  perkerasan jalan  yaitu  abu batu dan semen  portland.  persediaan abu  batu sebagai filler terbatas dan sulit  untuk didapatkan.   Dari   persoalan   tersebut  maka  timbul  gagasan  untuk   menggunakan material  lain  sebagai filler.  Salah  satu  material  yang  dapat  digunakan sebagai filler adalah  abu  sekam  yang   banyak  tedapat  di  Indonesia.   Guna  mengharapkan  nilai optimal  penelitian  ini   menvariasikan  campuran antara  abu  (A)  sekam  dan semen pozzolan   (P)  sebagai  filler.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk  mendapatkan  nilai persentase  yang   ideal   antara   abu  sekam   dan  semen  pozzolan  berdasarkan  nilai stabilitas.  Agregat   yang  digunakan diperoleh dari  Gampong  Lampanah, Indrapuri Aceh  Besar.   Benda   uji  yang  dibuat   terdiri  dari   empat   variasi  antara abu  sekam dengan   semen  pozzolan  sebagai filler,  yaitu:   (A75-P25),  (A50-P50),  (A25-P75), dan  (AO-Pl00)   yang  kesemua   campurannya  menggunakan  penambahan  asbuton sebesar   10%.  Penelitian  ini  berdasarkan riset  sebelumnya  mengenai  pekakaian abu sekam  sebagai filler dengan  penambahan asbuton  10%.  Total  benda uji  yang  di  buat berjumlah 60, untuk  masing-masing jenis  campuran (A75-P25,  A50-P50,  A25-P75, dan A0-Pl00). Kadar  aspal yang digunakan adalah sebesar  4,5%,  5,0%,  5,5%,  6,0%, dan 6,5%.  Spesifikasi  yang  digunakan  mengikuti  standar Spesifikasi  Umum  Bina Marga  edisi  Desember (2010)  dengan  menggunakan metode  Marshall  Kadar  aspal optimum (KAO)  untuk   masing-masing campuran (Al0O-P0,  A75-P25,  A50-P50, A25-P75,  dan  A0-PI00) berturut-turut adalah  sebesar  5,9%,  5,35%,  4,95%,  4,95%, dan 4,875%.   Karakteristik   kekuatan   campuran  berdasarkan  nilai   stabilitas   pada kondisi  KAO  menunjukkan variasi filler 75% abu sekam  dan  25%  semen  pozzolan (A75--P25)  adalah  variasi filler yang ideal dengan  nilai stabilitas 2069,64  kg diantara variasi  filler  lainnya  yaitu   masing-masing  dengan   nilai   1819,80  kg  (Al00-P0),&#13;
1413,81  kg (A50-P50),  1228,59  kg(A25--P75), dan  1116,82  kg (A0-P100).  Dengan&#13;
demikian campuran yang  menggunakan variasi  persentase 75% abu sekam  dan 25%&#13;
semen  pozzolan  dapat  meningkatkan kekuatan  campuran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGGREGATES (MATERIALS) - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120392</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 16:32:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-15 15:53:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>