ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN ARUS KAWAT TERHADAP TEGANGAN TARIK DAN ANDONGAN PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20KV DENGAN METODE CATENARY DAN RULLING SPAN DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN ARUS KAWAT TERHADAP TEGANGAN TARIK DAN ANDONGAN PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20KV DENGAN METODE CATENARY DAN RULLING SPAN DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR


Pengarang

Agus Flanuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0104105010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Saluran udara tegangan menengah umumnya menggunakan konduktor jenis AAAC (All Aluminium Alloy Conductor) yang memiliki batas temperatur kerja yang diizinkan sebesar 90°C. Mempertimbangkan peningkatan kebutuhan tenaga listrik yang pesat akhir-akhir ini, maka usaha untuk meningkatkan kapasitas saluran transmisi dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas hantaran arus dari saluran transmisi yang telah ada. Permasalahan utama dari pengoptimalan saluran transmisi tersebut adalah tegangan tarik dan andongan yang timbul pada konduktor tersebut menjadi lebih besar. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan arus saluran terhadap tegangan tarik dan andongan. Sebagai model simulasi digunakan saluran udara tegangan menengah 20 KV di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan menggunakan data-data konduktor AAAC yang sesuai dengan yang ada di lapangan. Metode Ruling Span digunakan untuk menentukan panjang span equivalen. Sementara itu metoda Catenary digunakan untuk menghitung tegangan tarik dan andongan konduktor tersebut. Permodelan dan simulasi sistem pada makalah ini menggunakan Matlab Simulink dan PSAT. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perubahan arus saluran dari 58,48 Ampere menjadi 75,05 Ampere mengakibatkan terjadinya peningkatan pada andongan sebesar 41,37 %.dan penurunan tegangan tarik sebesar 4.2 %.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK