<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120371">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH AIR GARAM TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASIKAN DENGAN KAPUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui  penambahan air garam  terbadap  nilai kuat tekan  bebas  tanah   lempung   sebelum   dan  sesudah   distabilisasikan   dengan   kapur. Tanab merupakan  salah satu bahan  kontruksi  yang tersedia langsung di lapangan  dan sangat  ekonomis  apabila  dapat  digunakan   secara  langsung.  Kenyataan  di  lapangan banyak   tanah   yang   memerlukan  perlakuan    k:husus   (treatment)  terlebih   dahulu sebelum  digunaka.  Tanah  yang diguna.kan pada penelitian ini adalah  Tanah Lempung yang berasal dari Desa Rima Keuneureun, Kecamatan Peukan  Bada, Kabupaten Aceh Besar.  Tanah  tersebut  menurut  klasifikasi  AASHTO   tergolong   A -7-5  (42)  dan menurut  USCS  termas uk golongan  OH,  dimana  Indeks  Plastisnya adalah  34,58  %, penambahan   air garam  dilakukan   secara   bervariasi   yaitu  0%,  5%, 10%,  15%  dan 20%.  Pengujian kuat  tekan  tanah  ini  dilakukan   dengan  menggunakan  alat  uji  kuat tekan  bebas (UCS). Pemadatan  dilakukan  berdasarkan standar  proctor  untuk mendapatkan  OMC (Optimum  Moisture  Content) dan MDD (Maximum  Dry Densty). Benda  uji untuk  pengujian kuat  tekan  bebas  berjurnlah   30  sampel  dan  dibuat  pada kondis  kadar  air optimum   (OMC)  masing-masing  15  sampel  untuk  pengujian kuat tekan   bebas  (0%  kapur)   dan   15  sampel   lagi  untuk   pengujian  (9%  kapur).  Pada pengujian  kuat  tekan  bebas  (0%  kapur)  pada  penambahan air  garam  sampai   20% mengalami  penurunan  sebesar  1,867 %, pada  pengujian kuat tekan bebas  (9% kapur) pada  penambahan   air  garam   20%   mengalami  penurunan   juga  sebesar   2,595   %. Dengan demikian  penambahan air garam  berpengaruh terhadap  nilai kuat tekan bebas pada   tanah   lempung   sebelum   dan   sesudah   distabilisasikan  dengan   kapur,   yaitu menurun  seiring  dengan  penambahan air garam. Hal  ini diakibatkan  oleh  agresifitas dari unsur-unsur  yang terkandung dalam air garam  yang  mempengaruhi struktur  dari butiran dari  tanah lempung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 13:16:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 13:16:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>