<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120334">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA METODE-METODE SUPER RESOLUSI  BERBASIS INTERPOLASI PADA CITRA DIGITAL BERWARNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARNAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Citra   merupakan bagian dari   multimedia   yang   mengandung   informasi  dalam format visual, schingga dapat menampilkan lebih banyak informasi dibandingkan dengan format  teks.  Tidak  semua  citra  dapat  menampilkan   informasi  secara  jelas  dan  detil, seperti  pada citra  resolusi  rendah.  Citra  resolusi  rendah  adalah  citra  dengan  informasi yang rendah, schingga  memiliki  kualitas yang rendah.  Penelitian  ini  menerapkan metode super resolusi  pada domain  spasial untuk meningkatkan  citra beresolusi  rendah menjadi citra  bereso lusi  tinggi,  yang  meliputi  3  tahapan;   I.  Registrasi,  2.  Interpolasi  (nearest neighbour,  bilinier,  dan bicubic), dan 3. Rekonstruksi  citra (smoothing  dan denoising). Citra  yang digunakan  sebagai  masukan  sebelumnya  diberikan  gangguan  berupa noise (gaussian  noise) dan mengubah resolusi citra menjadi 256 x256 untuk menyimulasikan citra beresolusi  rendah setepat  mungkin.  Metode  super resolusi  ini diterapkan  pada citra warna ruang  RGB, YCbCr dan layer Y. Pengujian  hasilnya menggunakan metode  PSNR dan MOS. Hasil PSNR menunjukkan bahwa metode interpolasi bicubic  lebih baik dengan nilai  PSNR  27.2295  dB (citra  Lena ruang  wamna RGB), 24.5334  dB (citra  Lena ruang warna  YCbCr) dan 27.9380 dB (citra  Lena rang warna Y). Sedangkan  nilai MOS yang didapat  dari  hasil  penilaian  20  orang  responden  juga menunjukkan   bahwa interpolasi bicubic  lebih  baik dengan  nilai MOS rata-rata  adalah 4.3 (citra Lena ruang wama RGB), nilai  MOS  3.9  (citra  Lena  format warna  YCbCr) dan  nilai  MOS  4 (citra  Lena  ruang warna Y). Hasil evaluasi  dari  kedua  metode  tersebut  berarti sejalan dalam  menentukan kualitas citra tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci:   super resolusi, RGB, YCbCr, PSNR dan MOS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IMAGE PROCESSING - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.367</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120334</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 23:34:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 11:51:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>