<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120328">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN KOLEKTOR SURYA TIPE TEROWONGAN UNTUK PROSES  PENGERINGAN CABAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendri Budaya Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prinsip pengeringan merupakan upaya untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebahagian kandungan air dari bahan dengan  cara penguapan.   Untuk pengeringan  dilakukan  studi pada  sistem pengeringan  buatan dengan  menggunakan  energi pancaran sinar mata hari.  Pengeringan komoditi cabai merupakan salah satu kegiatan agrobisnis yang memberikan kontribusi besar bagi para petani di Aceh.  Masalah utama yang di hadapi para petani adalah lamanya waktu pada proses pengeringan cabai dan sangat tergantung pada cuaca, terutama pada  musim penghujan di mana proses pengeringan tidak dapat dilakukan secara efisien,  suhu pengeringan  tidak maksimal dan cabai yang telah dikeringkan bermutu rendah. Akibat langsung yang  dirasakan para  petani  adalah  menurunnya pendapatan. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati  pengaruh penggunaan  alat pengering sederhana untuk meningkatkan efisiensi proses  pengeringan  dalam pengolahan  cabai  leering. Alat pengering yang diuji  adalah alat pengering sederhana tipe terowongan.  Dari hasil pengujian menunjukkan  bahwa produk yang dihasilkan oleh alat pengering buatan ini mampu menurunkan kadar air buah cabai dari 49% hingga  kandungan air yang  tersisa dalam cabai mencapai  8%   pada  temperatur operasi antara 55'c- 65'C.  dengan waktu pengeringan selama&#13;
5 jam  kerja.   Selain  itu  produk  yang   dihasilkan  juga  tidak terkontaminasi  oleh  kotoran  atau  debu.   Jika   dibandingkan dengan pengeringan secara alamiah untuk mencapai kadar air yang sama yaitu sebesar 8% membutuhkan waktu 20 jam  kerja, selain itu produk yang dikeringkan terkontaminasi oleh kotoran atau debu&#13;
&#13;
Kata kunci:  cabai,  alat pengering,  kolektor surya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120328</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 16:35:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 16:35:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>