Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN AGREGAT RINGAN TERHADAP KUAT GESER BETON RINGAN BUSA SG = 1,4 DENGAN METODE PENGUJIAN PUSH-OFF
Pengarang
Rosalina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0604101020146
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
620.191
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambatan agregat ringan terhadap kuat geser beton ringan busa dengan metode push-off. Dalam penelitian ini ditambahkan beberapa jenis agregat ringan seperti pasir pozolan alami, bongkahan cangkang sawit, dan batu apung. Persentase penambahan agregat ringan tersebut adalah sebanyak 10% dari volume total beton. Agregat yang digunakan lolos saringan 4,76 mm, mutu beton yang diteliti yaitu pada SG sebesar 1,4. Benda uji yang digunakan untuk uji push-off berbentuk z berukuran 10 cm x 20 cm x 40 cm sebanyak 15 buah. Untuk pengujian mekanis disiapkan beberapa benda uji. Pada pengujian kuat tarik belah digunakan silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 15 buah, dan pada pengujian kuat tekan digunakan kubus berukuran 10 cm x 10 cm x 10 cm sebanyak 6 buah dan silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 9 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan agregat pada beton ringan busa dapat meningkatkan kuat geser. Perbandingan persentase kuat geser terhadap kuat tekan beton ringan busa normal adalah 17,28% sedangkan untuk beton ringan busa beragregat, perbandingan persentase kuat geser terhadap kuat tekan berk:isar antara 11 % - 14%. Penambahan agregat batu apung memberikan konstribusi kuat geser yang paling besar bila dibandingkan dengan jenis agregat ringan yang lain yaitu sebesar
13,88%. Beton ringan busa yang paling besar kapasitas deformasinya adalah betoo ringan busa dengan penambahan agregat batu apung, selanjutnya betoo ringan busa deogan peoambahao pasir pozolan alami, penambahan bongkahan cangkang sawit, dan yang paling getas adalah beton ringan busa normal. Hasil penelitian geser ini jika digunakan dalam persamaan untuk menghitung kuat geser betoo (Ve), pada perhitungan kuat geser beton bertulang besamya adalah berkisar
vc=0,08
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENAMBAHAN AGREGAT RINGAN TERHADAP KUAT GESER BETON RINGAN BUSA DENGAN METODE PUSH-OFF (SUATU PENELITIAN KUAT GESER BETON RINGAN BUSA DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PENAMBAH: PASIR POZZOLAN ALAMI, BONGKAHAN CANGKANG SAWIT, DAN BATU APUNG PADA SG = 1,8) (Nurudhahri, 2024)
STUDI KAPASITAS PENGHUBUNG GESER BAUT PADA PANEL FEROFOAM KOMPOSIT BETON RINGAN BUSA TERHADAP GESER MURNI DENGAN METODE UJI PUSH OUT TEST (Multazam, 2024)
PENGARUH DISTRIBUSI TULANGAN GESER TERHADAP KUAT GESER BETON RINGAN BUSA BERSERAT DENGAN METODE PUSH-OFF (Agung Mardhika, 2024)
ANALISIS PERILAKU GESER BALOK BETON RINGANRNBUSA BERTULANG DENGAN AGREGAT BONGKAHANRNCANGKANG SAWIT (HAYATI, 2014)
KUAT TEKAN BETON RINGAN STRUKTURAL DENGAN AGREGAT RINGAN BUATAN DARI TANAH DIATOMAE (NURUL HUSNA, 2019)