ANALISIS DAN PERILAKU KEKUATAN SAMBUNGAN BAUT PADA FEROSEMEN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAN PERILAKU KEKUATAN SAMBUNGAN BAUT PADA FEROSEMEN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA


Pengarang

Zikrul Fuadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010081

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Analisis dan perilaku kekuatan sambungan baut pada ferosemen dengan metode elemen hingga bertujuan untuk mengetahui perilaku plat berlubang dengan material ferosemen serta membandingkannya dengan hasil laboratorium dari penelitian Mansur dan kawan-kawan 1994. Variable yang dianalisis adalah pada benda uji ED1, ED2, dan ED3 (variasi ukuran diameter baut, jarak baut ke tepi plat) FE1, dan FE2 (variasi mutu beton). Pemodelan dilakukan dengan menggunakan program SAP2000. Pemodelan benda uji dimulai dengan membuat model benda uji dibagi kedalam beberapa mesh, selanjutnya memasukan material properties, dan boundary condition dianalisis dengan plane stress. Input data dilakukan dengan memasukkan data-data yang diambil dari hasil laboratorium. Behan yang diberikan 90% laboratorium dan
110% untuk mengecek validasi terhadap analisis manual yang dilakukan sebelumnya. Hasil-hasil diperoleh dari analisis plat berlubang ferosemen dengan SAP2000 adalah joint displacement, tegangan area S 11 (tegangan dalam arah X), S22 (tegangan dalam arah Z), dan Smax (tegangan maximum dalam arah XZ), serta analisis pola kegagalan pada benda uji dengan pengamatan pada kontur tegangan S 11, S22 dan Smax. Pola kegagalan yang ditunjukkan dari basil laboratorium ada 4 jenis kegagalan yaitu kegagalan geser, kegagalan tarik, kegagalan belah, dan kegagalan daya dukung. Perbandingan hasil laboratorium dan analisis manual menunjukkan 70% benda uji mengalami pola kegagalan yang sama. Hasil analisis metode elemen hingga dengan beban 90% dan 110% laboratorium melalui pengamatan kontur tegangan S11, S22, dan Smax pada benda uji EDI, ED2, ED3, FEl dan FE2 umumnya 13 benda uji mengalami kegagalan geser, 6 benda uji mengalami kegagalan geser-belah (S-C) dan 1 benda uji mengalami kegagalan belah dari perbandingan hasil analisis metode elemen hingga dengan hasil laboratorium menunjukkan 70% pola kegagalan yang sama dengan hasil laboratorium dan kegagalan pembelahan selalu berkaitan dengan kegagalan geser (S-C) sesuai dengan hasil yang ditunjukan dari uji Laboratorium. Hasil output SAP2000 menghasilkan displacements yang hampir sama dengan displacements hasil laboratorium.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK