PERILAKU KEHANCURAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI JARAK SENGKANG YANG DIBEBANIRNRNTEKAN AKSIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU KEHANCURAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI JARAK SENGKANG YANG DIBEBANIRNRNTEKAN AKSIAL


Pengarang

Saiful Hadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010096

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kolom merupakan komponen struktur utama yang berfungsi menyangga elemen struktur lainnya. Sebagai elemen vertikal dari sebuah struktur, kolom menerima beban aksial dari elemen yang disangganya. Kegagalan kolom dapat terjadi akibat lemahnya kekakangan beton, sementara kekangan beton sangat dipengaruhi oleh jarak sengkang yang terpasang pada kolom tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jarak tulangan sengkang terhadap perilaku kehancuran kolom yang dibebani tekan aksial. Benda uji kolom terdiri dari 3 (tiga) variasi jarak sengkang yaitu, kolom dengan jarak sengkang 10 cm (So), kolom dengan jarak sengkang 15 cm (S), dan kolom dengan jarak sengkang 20 cm (S). Tulangan yang
digunakan adalah 8D8 mm untuk tulangan longitudinal dengan tegangan leleh (f)
286,5 MPa dan tulangan sengkang 05,8 mm dengan tegangan leleh (fy) 241,5 MPa.
Kuat tekan beton selinder untuk masing-masing benda uji 23,9 MPa, 29,3 MPa. dan
23,8 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban tekan aksial sedikit demi sedikit hingga kolom hancur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola retak yang terjadi pada benda uji kolom sejajar dengan tulangan longitudinal dan secara keseluruhan lebih dominan membentuk pola retak tunggal yang diikuti oleh retak rambut. Sehingga dapat dipastikan bahwa seluruh benda uji kolom mengalami keruntuhan tekan. Perbedaan jarak tulangan sengkang menyebabkan perbedaan hasil pada kapasitas tekan aksial, hal ini dapat dilihat dari nilai kapasitas tekan aksial
untuk masing-masing benda uji kolom So, Si, dan S pada saat beban maksimum
yaitu sebesar 388,6 kN, 407,9 kN, dan 373,8 kN. Besarnya defleksi vertikal pada beban maksimum untuk benda uji kolom So adalah 5,620 mm, sedangkan untuk:
kolom S sebesar 3,690 mm, dan untuk kolom S sebesar 3,960 mm. Perbedaan jarak
sengkang juga berpengaruh terhadap regangan tulangan utama dan sengkang, dimana pada saat beban maksimum rengangan tulangan utama terbesar terjadi pada benda uji dengan jarak sengkang yang renggang, sementara regangan sengkang yang terbesar terjadi pada benda uji denganjarak sengkang yang rapat.






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK