<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120308">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERGESERAN BUDAYA PENGGUNAAN BAHASA ACEH DALAM INTERAKSI MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH (STUDI PENGGUNAAN BAHASA ACEH DALAM INTERAKSI SIMBOLIK BLUMER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Izzati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilatarbelakangi menurunnya jumlah penutur Bahasa Aceh dalam interaksi sehari-hari masyarakat di Kota Banda Aceh. Berdasarkan informasi dari BPS Provinsi Aceh, puncak tertinggi penutur Bahasa Aceh saat ini ada pada generasi pre boomer yang berada pada usia 77 tahun ke atas, penggunaan Bahasa Aceh berangsur-angsur terus menurun pada generasi selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pergeseran budaya penggunaan bahasa yang terjadi dalam interaksi sehari-hari masyarakat di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori interaksionalisme simbolik dari Herbert Blumer dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran budaya penggunaan Bahasa Aceh terjadi di dalam lingkungan keluarga. Pergeseran budaya penggunaan Bahasa Aceh terjadi dikarenakan kurangnya kesadaran orang tua untuk mewariskan dan membiasakan penggunaan Bahasa Aceh kepada anak-anaknya, sehingga tidak ada enkulturasi budaya atau pewarisan budaya penggunaan Bahasa Aceh kepada generasi penerus. Selain kurangnya kesadaran orang tua, sekolah juga menjadi salah satu faktor menurunnya penggunaan Bahasa Aceh, kurangnya prioritas dan jam pelajaran muatan lokal atau pelajaran Bahasa Aceh menyebabkan pelajaran tersebut belum mampu untuk mendukung kemampuan dan pengetahuan anak untuk menguasai Bahasa Aceh. Banyaknya jumlah pendatang di Kota Banda Aceh yang tidak dapat berbahasa Aceh juga menyebabkan masyarakat menjadi jarang menggunakan Bahasa Aceh di tempat umum. Masyarakat menggunakan Bahasa Indonesia sebagai aksi kolektif atau tindakan bersama untuk menyesuaikan penggunaan bahasa dengan orang-orang sekitarnya.&#13;
Kata Kunci: Bahasa Aceh, interaksionalisme simbolik, Kota Banda Aceh&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120308</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 15:07:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 15:21:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>