STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENAMBANG MINYAK BUMI ILEGAL MELALUI MODEL PENDEKATAN EKONOMI DI KABUPATEN ACEH TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENAMBANG MINYAK BUMI ILEGAL MELALUI MODEL PENDEKATAN EKONOMI DI KABUPATEN ACEH TIMUR


Pengarang

Junaidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Said Musnadi - 196409191991031002 - Dosen Pembimbing I
Darusman - 196210091987021001 - Dosen Pembimbing III
Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1909300050011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pendidikan IPS (S3) / PDDIKTI : 87001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S3)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sekitar Desember 2012, masyarakat sudah melakukan eksplorasi secara tersembunyi dengan cara tradisional dan dengan modal keterampilan yang terbatas dan peralatan seadanya dan pada tahun 2013 masyarakat mulai mendapatkan hasil dari eksplorasi tersebut, barulah masyarakat secara terang-terangan mengeksplorasi minyak bumi berharap bila mereka bisa mendapatkan sumber daya alam mineral (minyak bumi) untuk diolah dan dijual maka pendapatannya bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Kajian ini menjadi menarik karena Permasalahan yang terjadi tentang korporasi yang dilakukan oleh masyarakat salah satunya untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dalam mencari kebutuhan sehari-hari, sehingga kegiatan penambangan minyak illegal yang dilakukan oleh masyarakat baik di dalam pekarangan rumah atau di perkebunan masyarakat masing-masing bahkan kegiatan ini sudah dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.
Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk meninjau Faktor-faktor sebagai penyebab yang melatarbelakangi masyarakat melakukan tindakan pengoboran minyak tanpa memperhatikan keselamatan dan keamanan melalui aktivitas penambangan minyak bumi tanpa izin. Jenis metode penelitian yang diambil adalah metode penelitian hybrid antara kuantitatif dengan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian menggambarkan bahwa; 1) Faktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan aktivitas penambangan ilegal dikerenakan tidak ada pekerjaan lain dengan persentase 58% atau sebanyak 208 responden, pendapatan besar dan status sosial ekonomi. 2). Dampak dan Kondisi lingkungan sebanyak 85,5% responden menjawab kondisi lingkungan akibat aktivitas penambangan ilegal tetap terjaga atau sebanyak 282 responden dari 360 responden dan tidak adanya pengelolaan yang baik atau resmi sehingga rentan terhadap serta tidak ada penyetoran restribusi atau pemasukan PAD. 3). Opini responden terhadap variabel pendapatan menunjukan rata-rata sekor/bobot tanggapan 4,14 dan responden memandang tingkat pendapatan bagi penambang dengan klasifikasi setuju dan mendukung bagi mereka mendapatkan gaji yang besar dengan adanya hasil menambang minyak bumi illegal serta dapat untuk menutupi kebutuhan sehari-hari walapun pada kondisi pandemik. 4). Rata-rata tanggapan opini responden terhadap variabel sosial ekonomi masyarakat menunjukan 4,29, dengan klasifikasi setuju dan mendukung bahwa bagi mereka untuk melakukan usaha atau kegiatan penambangan minyak bumi secara illegal serta pekerjaan ini telah memberikan kesejahteraan bagi mereka sekeluarga dan telah mengangkat harkat, martabat kehidupan bagi mereka. 5). Variabel Kesempatan Kerja menunjukan bobot rata-rata 3,76 klasifikasi setuju dan mereka mendukung bahwa untuk melakukan usaha atau kegiatan penambangan minyak bumi secara illegal di karenakan seperti halnya sulit menemukan alternatif sumber pekerjaan lain selain menambang minyak atau pekerjaan ini membuka lapangan kerja yang luas bagi mereka dan masyarakat lainya. 6). Kemiskinan menunjukan bobot atau skor rata 4,46, bahwa responden memandang tingkat kemiskinan bagi penambang minyak bumi illegal di Kecamatan Rantau Peureulak Kabupaten Aceh Timur dengan klasifikasi sangat setuju dan mendukung. 7). Responden terhadap variabel pendidikan menunjukan skor bobot 4,25, memandang unsur/aspek pendidikan bagi penambang minyak bumi illegal dengan klasifikasi sangat setuju bahwa Pendidikan bagi mereka tidak begitu penting dalam usaha penambangan minyak bumi yang mereka lakukan tersebut. Kondisi ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka karena memandang pendidikan yang tinggi tidak diperlukan dalam usaha penambangan. 8). Motivasi masyarakat menambang minyak bumi secara illegal menunjukan 4,25, dengan klasifikasi sangat setuju dan mereka sangat termotivasi dalam melakukan melakukan usaha atau kegiatan penambangan minyak bumi secara illegal untuk kebutuhan makan sehari-hari, bisa memiliki rumah sendiri, upah yang didapatkan selama menambang minyak bisa mencukupi kebutuhan. 9). Hipotesis 9 hingga hipotesis 13 yang diajukan dalam penelitian ini seluruhnya dapat diterima karena pendapatan, kondisi sosial ekonomi, kesempatan kerja, kemiskinan dan tingkat Pendidikan ternyata dapat mempengaruhi motivasi masyarakat untuk melakukan penambangan minyak bumi illegal Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. 14). Kemiskinan berperan dalam memediasi hubungan antara pendapatan dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal, sifatnya parsial (Partially mediating) dengan siginfikasi dibawah 10%. Adanya peran yang sifatnya parsial ini, memberi arahan kepada pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal, harus dilakukan secara bersama-sama baik dengan memperbaiki pendapatan masyarakat dan juga dengan mengurangi angka kemiskinan. 15). Kemiskinan berperan dalam memediasi hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal. Peran mediasi ini sifatnya Fully (Fully mediating) dengan siginfikasi dibawah 10%. Memberi arahan kepada pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal dapat dilakukan dengan memperbaiki secara bersama-sama kondisi sosial ekonomi dan kemiskinan yang ada di dalam masyarakat. Tanpa memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan angka kemiskinan secara simultan, upaya untuk mengurangi motivasi masyarakat dalam melakukan kegiatan penambangan minyak bumi illegal tidak dapat di capai. 16). Kemiskinan berperan dalam memediasi hubungan antara kesempatan kerja dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal. Peran mediasi ini sifatnya parsial (Partially mediating) dengan siginfikasi dibawah 10%. Memberi arahan kepada pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal ini dapat dilakukan baik dengan memperbaiki kesempatan kerja dan juga dengan mengurangi angka kemiskinan. 17). Pendidikan berperan dalam memediasi hubungan antara pendapatan dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal. Peran mediasi ini sifatnya parsial (Partially mediating) dengan siginfikasi dibawah 10%. Adanya peran yang sifatnya parsial ini, memberi arahan kepada pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal ini dapat dilakukan baik dengan memperbaiki pendapatan dan juga dengan memerbaiki tingkat Pendidikan. 18). Pendidikan berperan dalam memediasi hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal. Fully mediating dengan siginfikasi dibawah 10%. pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal dapat dilakukan dengan memperbaiki secara bersama-sama kondisi sosial ekonomi dan pendidikan yang ada di dalam masyarakat. Tanpa memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan secara simultan, upaya untuk mengurangi motivasi masyarakat dalam melakukan kegiatan penambangan minyak bumi illegal tidak dapat di capai. 19). Pendidikan berperan dalam memediasi hubungan antara kesempatan kerja dengan motivasi melakukan penambangan minyak bumi illegal. Partially mediating dengan siginfikasi pada α 10%. pengambil kebijakan jika ingin mengurangi motivasi kegiatan penambangan minyak bumi illegal ini dapat dilakukan baik dengan memperbaiki kesempatan kerja dan juga dengan mengurangi angka kemiskinan.

Around December 2012, the community had been conducting exploration in secret in the traditional way and with limited skill capital and makeshift equipment and in 2013 the community began to get the results of the exploration, only then did the community openly explore for oil hoping that if they could get the resources mineral nature (petroleum) to be processed and sold, the income can meet their daily needs. This study is interesting because the problems that occur about corporations are carried out by the community, one of which is to improve the community's economy, in looking for daily needs, so that illegal oil mining activities are carried out by the community both in their yards or on the plantations of their respective communities. This has been done by the community from generation to generation in fulfilling daily life. The purpose of this study is to review the factors as the reasons behind the community carrying out oil drilling without regard to safety and security through oil mining activities without a permit. The type of research method taken is a hybrid research method between quantitative and qualitative descriptive. The research results illustrate that; 1) The factors behind the community carrying out illegal mining activities are because there is no other job with a percentage of 58% or as many as 208 respondents, large income and socio-economic status. 2). Environmental Impacts and Conditions as many as 85.5% of respondents answered that environmental conditions due to illegal mining activities were maintained or as many as 282 respondents from 360 respondents and there was no proper or official management so that they were vulnerable to retribution or PAD income. 3). Respondents' opinion on the income variable shows the average score/weight of responses is 4.14 and respondents view the level of income for miners with the classification agreeing and supporting them to get a large salary with the results of mining illegal petroleum and being able to cover their daily needs even though in pandemic conditions. 4). The average response of respondents' opinions on the socio-economic variables of the community shows 4.29, with the classification agreeing and supporting that for them to carry out business or illegal oil mining activities and this work has provided welfare for their families and has raised the dignity of life. for them. 5). The Job Opportunity variable shows an average weight of 3.76, the classification agrees and they support that to carry out business or illegal oil mining activities because it is difficult to find alternative sources of work other than mining oil or this job opens up wide employment opportunities for them. and other communities. 6). Poverty shows an average weight or score of 4.46, that respondents view the poverty level for illegal petroleum miners in Rantau Peureulak District, East Aceh Regency with a classification of strongly agree and support. 7). Respondents to the education variable showed a weighted score of 4.25, looking at the elements/aspects of education for illegal petroleum miners with the classification strongly agreeing that education for them is not so important in their oil mining business. This condition is certainly very unfavorable for the continuity of their children's education because they view that higher education is not needed in the mining business. 8). The motivation of the community to mine petroleum illegally shows 4.25, with the classification strongly agreeing and they are very motivated to carry out business or illegal oil mining activities for their daily food needs, can have their own house, the wages earned for mining oil can be meet the needs. 9). Hypotheses 9 to 13 proposed in this study are entirely acceptable because income, socio-economic conditions, job opportunities, poverty and level of education can actually affect people's motivation to carry out illegal petroleum mining, Ranto Peureulak District, East Aceh Regency. 14). Poverty plays a role in mediating the relationship between income and motivation to carry out illegal petroleum mining, it is partial (Partially mediating) with a significance below 10%. The existence of this partial role, giving direction to policy makers if they want to reduce the motivation of illegal petroleum mining activities, must be done together, both by improving people's income and also by reducing poverty. 15). Poverty plays a role in mediating the socio-economic relationship with the motivation to carry out illegal oil mining. The role of this mediation is Fully (Fully mediating) with a significance below 10%. Giving direction to policy makers if they want to reduce the motivation for illegal petroleum mining activities can be done by jointly improving the socio-economic conditions and poverty that exist in the community. Without improving socio-economic conditions and poverty rates simultaneously, efforts to reduce people's motivation to carry out illegal petroleum mining activities cannot be achieved. 16). Poverty plays a role in mediating the relationship between job opportunities and motivation to carry out illegal petroleum mining. The role of this mediation is partial (Partially mediating) with a significance below 10%. Giving direction to policy makers if they want to reduce the motivation for illegal petroleum mining activities can be done both by improving job opportunities and also by reducing poverty. 17). Education plays a role in mediating the relationship between income and motivation to carry out illegal petroleum mining. The role of this mediation is partial (Partially mediating) with a significance below 10%. The existence of this partial role, gives direction to policy makers if they want to reduce the motivation of illegal petroleum mining activities, this can be done both by improving income and also by improving the level of education. 18). Education plays a role in mediating the socio-economic relationship with the motivation to carry out illegal oil mining. Fully mediating with a signification below 10%. Policy makers if they want to reduce the motivation for illegal oil mining activities can be done by jointly improving the socio-economic and educational conditions that exist in the community. Without improving socio-economic conditions and education levels simultaneously, efforts to reduce people's motivation to carry out illegal petroleum mining activities cannot be achieved. 19). Education plays a role in mediating the relationship between job opportunities and motivation to carry out illegal petroleum mining. Partially mediating with significance at 10%. policy makers if they want to reduce the motivation for illegal oil mining activities, this can be done both by improving job opportunities and also by reducing poverty.

Citation



    SERVICES DESK