ANALISA STABILITAS LERENG PADA KASUS KELONGSORAN JALAN GUNUNG MEDANG STA. 107.800 S/D STA. 108.400 BANDA ACEH - MEULABOH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA STABILITAS LERENG PADA KASUS KELONGSORAN JALAN GUNUNG MEDANG STA. 107.800 S/D STA. 108.400 BANDA ACEH - MEULABOH


Pengarang

Novia Indriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941111021

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati perilaku tanah pada lereng yang tidak stabil dan melakukan analisa penyebab-penyebab kelongsoran badan jalan. Kondisi topograti pada lokasi Gunung Medang merupakan daerah galian, di sebelah kanan merupakan jurang ke arah lautan (Samudera Indonesia) dengan kemiringan lereng
> 45%. Kondisi trase jalan pada lokasi ini merupakan daerah tikungan yang membentuk
Jembah dan mengikuti bentuk sisi lereng ke arah bawah sehingga pergerakan tanah memicu kelongsoran. Perpindahan center line badan jalan lebih kurang sudah mencapai
35 cm bergeser ke arah laut. Faktor penyebab pergerakan tanah pada lereng tersebut disebabkan karena tanah lempung pada daerah ini mengandung mineral lempung
monmorillonite, Indeks P1astisitas (PI = 36.25) dan kandungan air (water content) yang
tinggi. Dari hasil perhitungan faktor angka keamanan (Fs) pada koefisien muka air tanah
(m), pada m = 1 tanpa perlakuan apapun yaitu dengan kondisi alamiah diperoleh stabilitas keamanan kelongsoran pada masing-masing potongan melintang So, So, dan So, adalah
Fs =1.646; 1,9; dan 0,988. Dengan kondisi tersebut diperlihatkan masih terdapat kondisi lereng yang tidak aman. Untuk menstabilkan lereng tersebut maka dilakukan peourunan muka air tanah, kedaJaman muka air perkolasi diturunkan pada masing-masing kondisi m = 0,75; 0,50; 0,25 sampai 0. Pada kondisi muka air perkolasi m = 0,75 untuk masing-
masing titik So, So,, dan So, diperoleh Fs = 1,976; 2,292; dan 1,302. diperlihatkan
bahwa SF pada Soy masih relatif rendah dibandingkan Sor, dan So, pada titik ini perlu
diberi dinding penahan (sheet-pile) yang ditancapkan hingga masuk ke dalam lapisan
tanah dasar melampaui batas interface sehingga gerak translasi dapat terhambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk penanganan kelongsoran lereng yang dilakukan dengan menurunkan muka air perkolasi (Yw) mengakibatkan tegangan efektif meningkat dan tegangan geser yang termobilisasi pada bidang runtuh meningkat, atau memperkecil berat volume tanah yang bergerak pada lereng yang terletak di atas bidang geser (shear failure plane), sebagaimana diperlihatkan pada perubahan-perubahan nilai angka keamanan (Safetyfactor) tersebut di atas.

















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK