<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120256">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN  KARAKTERISTIK DISTILASI AIR TENAGA MATAHARI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZAL MUTTAQIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sumber-sumber   energi   alternatif   semakin   diminati   dewasa    ini    mengingat kebutuhan energi dunia  yang  terus meningkat dan  keterbatasan bahan  bakar fosil. Energi  matahari dipandang potensial  karena jumlahnya yang  melimpah, murah, mudah  didapat dan  ramah  lingkungan. Salah  satu pemanfaatannya yakni  dengan distilasi  air tenaga  matahari. Proses  penjernihan air ini berguna bagi masyarakat terutama yang  tinggal  di  daerah  pesisir  pantai   yang  air tanahnya mengandung kadar garam   tinggi  ataupun di  daerah  rawa-rawa yang  airnya keruh  dan  tidak layak dipergunakan.  Alat distilasi yang  dibuat berbentuk kolam  tunggal  dengan luasan  170 cm x 90 cm, permukaan bagian  bawah  terbuat dari  semen padat (beton) dan  penutup terbuat dari  kaca  dengan  ketebalan 3 mm yang  dimiringkan dengan sudut   20&quot;.   Pengujian  dilakukan   untuk    mengukur   produksi  air  bersih   yang dihasilkan  dan  distribusi temperatur  pada  tiap  unit  distilator.  Temperatur yang diukur meliputi  temperatur air, permukaan kaca,  udara di dalam ruang  distilator, storage dan  temperatur udara  luar. Variasi dilakukan dengan  menambahkan plat. Semakin  tinggi  temperatur air semakin tinggi  pula  produksi air yang  di hasilkan seiring    dengan     naiknya     temperatur   lingkungan.   Penambahan   plat    justru mengurangi produksi. Hasil pengujian menunjukkan pada unit distilator tanpa penambahan plat  dapat menghasilkan produksi air tertinggi  dengan  produksi air rata-rata 81,94 ml/30 menit.&#13;
&#13;
Kata  Kunci    :     Distilasi  air  tenaga matahari, karakteristik,  produksi air  bersih, penambahan plat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120256</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:43:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:43:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>