IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR DOMINAN PENYEBAB COST OVERRUN PADA PROYEK KONSTRUKSI PASCA TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR DOMINAN PENYEBAB COST OVERRUN PADA PROYEK KONSTRUKSI PASCA TSUNAMI


Pengarang

FITRIAWATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101010095

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam melaksanakan kegiatan rekonstruksi, pengendalian biaya sangat penting artinya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan konstruksi yang sedang dilaksanakan . Bila biaya konstruksi ini tidak dapat dikendalikan, maka resikonya adalah kerugian usaha. Hal ini disebabkan oleh sifat usaha jasa konstruksi yang selaJu menghadapi berbagai persoalan, salah satunya yaitu biaya pelaksanaan proyek, yang bersifat fluktuatif selama proses pelaksanaan dan cenderung membesar, bila tidak dikendalikan akan menimbulkan cost overrun atau pembengkakan biaya. Perubahan pada biaya proyek atau peningkatan biaya dapat disebabkan oleh banyak faktor yang saling
berhubungan antara satu dengan yang lain. Penelitian ini bermaksud untuk
mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab terjadinya cost overrun. Pengumpulan
data dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner kepada 35 perusahaan penyedia jasa grade 5, 6 dan 7 (responden) yang menangani proyek konstruksi pasca tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Kuesioner terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang disebarkan, sedangkan data sekunder berupa data perusahaan yang disurvei, kualifikasi masing-masing perusahaan, proyek yang dikerjakan serta alamat perusahaan. Pengolahan data dilakukan dengan analisis realibitas, validitas dan deskriptif. Dari perhitungan realibilitas memberikan hasil koefisien korelasi sebesar 0,985, yang berarti bahwa kuesioner tersebut sangat handal dao layak serta memcnuhi korelasi yang diisyaratkan lebih besar atau sama dengan 0,3. Dari perhitungan validitas diperoleh bahwa dari 66 variabel awal faktor penyebab cost overrun terdapat 3 variabel yang tidak valid yaitu B7, B9 dan B39, sehingga ketiga variabel tersebut harus dihilangkan karena koefisien korelasinya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK