<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120251">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BISMI ADELLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini dilatar belakangi  oleh pengujian kuat  tekan  beton di  lapangan dengan  cara pengeboran  (coredri/l)  yang  biasanya  menggunakan  mata  core 5  cm,&#13;
7,5cm dan IO cm, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton dari benda uji  di lapangan  dengan mengkonversikan  pada benda uji  standar (15/30).  Penelitian ini dilakukan pada silinder ukuran 15 cm x 30 cm, 15 cm x 26,25 cm, 15 x 22.50 cm, I5cm x 18,75  cm dan 15  cm x 15  cm untuk diameter  15  cm masing-masing  ukuran sebanyak  5   benda  uji,  untuk  diameter   10  cm  dengan  ukuran  10  cm  x  20  cm,&#13;
10cmx17,5 cm. IOcm.x 15 cm, 10cm x 12.5 cm dan 10 cm x 10 cm masing-masing  5&#13;
benda uji serta ukuran 5 cm x 10 cm, 5 cm x 8,75 cm, 5 cm x 7,5 cm, 5 cm x 6,25 cm&#13;
dan 5 cm x 5 cm untuk diameter 5 cm juga masing-masing 5  benda uji.  Jumlah total&#13;
75 benda uji dengan Faktor Air Semen (FAS) adalah 0,40. Variasi pada penelitian  ini meliputi variasi rasio HID yaitu 2,00;  1.75;  1,50;  1,25 dan 1,00 serta variasi diameter yaitu  15  cm,  l O  cm dan 5   cm.  Hasil  penelitian  yang menunjukkan bahwa  beton dengan  nilai  rasio  HID= 1      memiliki  kuat tekan  yang  lebih  tinggi dari  pada  beton dengan  nilai rasio  H/0=2;  1,75;  1,5  dan   1,25.  Kuat  tekan  untuk rasio  H/D=2,00 (15/30; 10/20; 5/10) adalah 249,115 kg/em, 253,781 kg/cm, 319,709 kg/em, untuk rasio H/D=1,75  (15/26,25;  10/17,5;  5/8,75)  adalah 284,52 kg/cm,  299,091  kg/cm,&#13;
329,891    kg/em',   untuk   rasio   H/D=l,50    ()5/22,50;    10/15;    5/   7,5)   sebesar&#13;
301,156kg/cm, 315,636 kg/cm,  349,236 kg/em', untuk rasio HD  = 1,25  (15/18,75;&#13;
10/12,5; 5/6,25) sebesar 327,515 kg/cm, 343,636 kg/cm2, 371,636 kg/cm' dan untuk&#13;
rasio  H/D=1  sebesar  343,353  kg/cm, 372,273  kg/cm, 397,091  kg/cm.  Demikian halnya juga dengan diameter 5  cm kuat tekannya akan semakin tinggi  dibandingkan&#13;
dengan diameter benda uji 15 cm dan 10 cm. Hasil-hasil tersebut menunjukan bahwa variasi  ukuran benda  uji  berdasarkan  rasio  H/0  berpengaruh  nyata  terhadap  kuat tekan beton.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120251</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:11:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 13:11:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>