KAJIAN HARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG KESEHATAN (STUDI KASUS BANGUNAN GEDUNG PELAYANAN KESEHATAN PADA WILAYAH TIMUR PROVINSI ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN HARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG KESEHATAN (STUDI KASUS BANGUNAN GEDUNG PELAYANAN KESEHATAN PADA WILAYAH TIMUR PROVINSI ACEH)


Pengarang

YUDI ARIANDI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404101020126

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Harga Satuan Tertinggi Bangunan Gedung Negara (HST-BGN) merupakan harga satuan per meter luas tertinggi untuk biaya pelaksanaan pembangunan bangunan gedung negara. Penetapan standar harga satuan tertinggi per meter luas bangunan gedung negara menjadi batasan dalam menganggarkan biaya konstruksi bangunan
gedung. Dimana nilai estimasi tidak boleh melebihi dari harga satuan yang telah
ditetapkan oleh setiap Pemerintah Kabupaten/Kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi biaya dari tiap-tiap komponen pekerjaan dan memprediksikan model harga satuan berdasarkan luas bangunan. Data yang digunakan adalah data sekunder sebanyak 40 dokumen kontrak bangunan gedung kesehatan. Ruang lingkupnya dibatasi pada bangunan kesehatan dengan klasifikasi bangunan gedung sederhana yang pelaksanaan pembangunannya dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Perolehan nilai proporsi biaya komponen pekerjaan dibandingkan dengan persentase biaya komponen pekerjaan menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Permodelan harga satuan dilakukan dengan metode analisa regresi linier sederhana, regresi berganda dan menggunakan nilai indeks biaya yang diperoleh dari data biaya pada tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil analisa data, adanya perbedaan antara persentase biaya komponen pekerjaan yang dihasilk.an dengan persentase biaya komponen berdasarkan Permen PU No. 45. Model harga satuan diperoleh dari hasil perhitungan analisa regresi berganda, karena nilai R' yang dihasilkan untuk
masing-masing kabupaten sebesar I dengan tingkat validasinya adalah lebih kecil
15 %. Dimana Y = Harga satuan, X = Inflasi dan X = Kurs. Dengan demikian
model harga satuan di Wilayah I Kabupaten/Kota Sabang, Banda Aceh, Aceh
Besar Y= 126,702 + 176,743X + 0,052X,, Wilayah II Pidie, Pidie Jaya Y=
1629,679 + 5,187X, + 0,008X, Wilayah III Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara Y= 1091,139 + 39,633X + 0,028X, dan Wilayah IV Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang Y= 1492,611 + 29,244X, + 0,009X. Model ini dapat direkomendasikan untuk memprediksi harga satuan di tahun yang akan datang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK