KAJIAN PERILAKU KONTRAKTOR DALAM MENGHADAPI RISIKO WAKTU AKIBAT KONFLIK POLITIK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PERILAKU KONTRAKTOR DALAM MENGHADAPI RISIKO WAKTU AKIBAT KONFLIK POLITIK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

YOLANDA SOFIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering muncul kejadian yang dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diabaikan, maka harus diperhatikan secara cermat agar risiko dapat diperkecil untuk menghindari terjadinya kegagalan baik dari segi biaya, waktu maupun mutu. Di Aceh terjadi risiko yang sangat tinggi seperti risiko ekonomi, politik, dan alam. Faktor politik mempunyai bobot tertinggi pada faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko waktu akibat konflik dan mengkaji perilaku kontraktor dalam menghadapi risiko tersebut. Data yang penulis gunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer, yaitu kuesioner A, meliputi karakteristik responden dan identitas perusahaan, kuesioner B yang berisikan pernyataan mengenai risiko akibat konflik politik. Sedangkan data sekundcr merupakan data mengenai perusahaan kontraktor yang pemah melaksanakan proyek konstruksi di Kota Banda Aceh pada masa konflik (1998-2003) yang diperoleh dari GAPENSI. Pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan alat bantu komputasi Microsoft Excel 2007. Berdasarkan perhitungan penentuan
kategori dampak dengan nilai rata-rata 3,35 yang terletak pada interval bobot 3,I •
4 maka ancaman disimpulkan pada kategori tinggi, dampaknya berkisar antara 22•
28 hari. Begitu juga untuk kejadian kontak senjata dan pembakaran dapat disimpulkan pada kategori tinggi, dampaknya berkisar antara 22 -28 hari, kejadian pungutan liar dan kerusuhan yaitu dampak terhadap waktu antara 15- 21 hari maka termasuk dalam kategori sedang, demonstrasi, pengrusakan dan pencurian terletak pada kategori rendah dimana dampaknya yaitu 7 -14 hari. Hasil dari perhitungan penentuan perilaku kontraktor menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk kejadian risiko pungutan liar adalah 2,43 terletak pada rentangan
2,1 -3 maka dapat disimpulkan kontraktor bersikap sebagai risk taker. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa konflik kontraktor yang melaksanakan proyek konstruksi di Kota Banda Aceh lebih berani untuk menanggung risiko, hal ini terlihat dari 4 dari 7 kejadian risiko yaitu pungutan liar, kontak senjata, pengrusakan dan pencurian, kontraktor memilih untuk. bersikap menanggung segala konsekuensi dan akibat dari risiko-risiko tersebut. Pada kejadian risiko ancaman, kerusuhan dan pembakaran, kontraktor lebih memilih berperilaku sebagai risk neutral.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK