<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120222">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KUALITAS SINYAL JARINGAN WLAN INDOOR 5G MENGGUNAKAN MODEL COST-231 MULTIWALL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Safraul Balkis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan jaringan 5G termasuk dalam teknologi komunikasi wireless local area network (WLAN). Teknologi ini terus berkembang sebagai teknologi nirkabel yang populer. Adapun bentuk dari teknologi ini ialah Wireless Fidelity (Wi-Fi). Teknologi Wi-Fi sangat penting dalam menyediakan layanan internet nirkabel yang cepat dan handal, terutama di area dalam ruangan seperti kantor, dan area indoor lainnya. Salah satu teknologi Wi-Fi saat ini dikenal dengan Wireless Local Area Network (WLAN) yang merupakan bentuk perluasan dari sistem komunikasi kabel Local Area Network (LAN). Banyaknya pengguna pada satu tempat dan penghalang di area indoor menyebabkan kualitas daya terima atau dikenal dengan Received Signal Strength Indicator (RSSI) menjadi menurun. Salah-satu model yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas daya terima (RSSI) adalah model propagasi Cost-231 Multiwall dengan mempertimbangkan hambatan antara pemancar Acces Point (AP) dan penerima. Penelitian ini menganalisis kualitas sinyal jaringan WLAN indoor di Jurusan Teknik Elektro dan Komputer menggunakan model Cost-231 Multiwall pada frekuensi 5 GHz dan 2,4 GHz sebagai pembanding. Pengukuran dilakukan pada sampel hari pertama waktu maksimum di 17 titik dengan jarak yang sama. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh kuat sinyal rata-rata sebesar 23,52% dan 11,76% dengan standarisasi “cukup”. Sehingga dibutuhkan 2 buah AP lagi untuk mencakup seluruh area penelitian dari 3 buah AP yang sudah ada. Setelah dilakukan penambahan AP pada frekuensi 5 GHz diperoleh hasil kuat sinyal rata-rata sebesar 63,2% dengan standarisasi sangat bagus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120222</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 10:35:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 10:45:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>