<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120176">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) SEBAGAI LARVASIDAL DAN LOTION ANTI NYAMUK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meyrita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Upaya pengendalian nyamuk Aedes sebagai vektor utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami sebagai pengganti bahan sintetis. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki efektivitas sebagai larvasida dan anti nyamuk. Penelitian bertujuan  untuk mengetahui Lethal Consentration 50 (LC50) dan Lethal Time (LT50) ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasidal serta konsentrasi dan lama perlindungan (daya proteksi) lotion kulit bawang merah yang efektif sebagai anti nyamuk. Penelitian ini terdiri dari uji efektivitas larvasida dan uji efektivitas lotion. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial pada kedua uji. Uji efektivitas larvasida menggunakan 5 taraf faktor konsentrasi (1%, 2%, 3%, 4%, 5%)  dan 5 variasi waktu (1-5 jam). Sementara uji efektivitas lotion menggunakan 3 taraf faktor konsentrasi (3%, 4%, 5%) dan 6 taraf faktor lama perlindungan (1-6 jam). Data yang diperoleh dari uji efektivitas larvasida kulit bawang merah dianalisis menggunakan rumus persentase mortalitas dan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 dan LT50. Data yang diperoleh dari uji efektivitas lotion kulit bawang merah dianalisis menggunakan rumus persentase daya proteksi, uji normalitas, uji Anova, dan uji lanjut menggunakan program IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rendemen dari ekstrak metanol kulit bawang merah adalah sebesar 8,6%. Ekstrak kulit bawang merah sebagai larvasidal mampu mematikan 50% larva Aedes aegypti dengan konsentrasi 1,4% dalam waktu 1,6 jam. Konsentrasi dan lama perlindungan lotion kulit bawang merah belum dikatakan efektif sebagai repellent karena memiliki daya proteksi ≤ 90%.  &#13;
&#13;
Kata kunci: kulit bawang merah, nyamuk, larvasida, lotion</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MOSQUITOES - DISEASES CARRIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LARVAE</topic>
 </subject>
 <classification>571.876</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120176</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-02 16:01:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-06 09:58:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>