<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120170">
 <titleInfo>
  <title>KONFIGURASI ANTENA GRID SEBAGAI PENGUAT SINYAL MEDIA KOMUNIKASI PADA SISTEM SCADA PT PLN (PERSERO) UP2D ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arif Rizqi Asril</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak – Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Aquisition) berfungsi untuk memantau, mengendalikan, mengkonfigurasi dan mencatat kerja sistem secara real time (setiap saat) dari jarak jauh. SCADA terdiri dari komponen salah satu objek yang dipantau pada penelitian ini adalah recloser. Recloser adalah pemutus dan penyambung tegangan yang dilengkapi kotak kontrol elektronik (panel box). Untuk dapat mengontrol diperlukan media komunikasi seperti modem. Salah satu jenis modem yang sering digunakan oleh PT PLN (Persero) UP2D Aceh adalah modem FOUR-FAITH F3X26Q. Di dalam pengoperasiannya pada daerah pedalaman sering terjadi gangguan komunikasi pada sistem SCADA-nya. Oleh karena itu dibutuhkan konfigurasi antena Grid yang memiliki spesifikasi yang lebih baik pada modem FOUR-FAITH F3X26Q sebagai media komunikasi SCADA yang lebih bisa diandalkan. Selain itu, karena adanya perbedaan spesifikasi antara antena bawaan modem FOUR-FAITH F3X26Q dengan antena Grid sehingga dibutuhkan analisis Quality of Service (QoS) dengan parameter latency, jitter dan packet loss untuk meninjau perbedaan kualitas diantara dua jenis antena tersebut. Pengukuran parameter QoS menggunanakan perintah Ping IP pada command prompt yang terdapat pada komputer yang terhubung dengan sistem SCADA. Hasil yang didapatkan pada parameter QoS yaitu nilai latency  antena bawaan sebesar 718,85s sedangkan pada antena grid sebesar 219,71s. Nilai jitter antena bawaan sebesar 81,03ms sedangkan pada antena grid sebesar 2,11ms. Nilai packet loss antena bawaan sebesar 51% sedangkan pada antena grid sebesar 0%. Berdasarkan hasil yang didapat, kriteria QoS berdasarkah standar TIPHON pada antena bawaan dikategorikan “Tidak Bagus” dan pada antena grid dikategorikan “Bagus”. Hal ini menunjukkan bahwa antena Grid lebih bisa diandalkan daripada antena bawaan modem FOUR-FAITH F3X26Q. &#13;
 &#13;
Kata Kunci: Antena Grid, Sistem SCADA, Modem FOUR-FAITH F3X26Q, Quality Of Service (QoS)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120170</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-02 15:21:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-02 15:59:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>