<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120142">
 <titleInfo>
  <title>STUDI METODE REVERSIBLE WATERMARKING BERBASIS HISTOGRAM SHIFTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jeffrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan    teknologi    memicu    pennasalahan    tentang    kepemilikan     clan pemalsuan  citra.  Untuk  itu diperlukan  suatu teknik untuk   autentikasi  citra.  Dalam Tugas  Akhir ini, sebuah  analisis  dari  algoritrna  reversibel  watermarking dimana citra  asli  dapat  direcover  dari  data  citra  terwatermark  diusulkan.   Kebanyakan algoritma     watermarking    menyebabkan     degradasi     pada    citra    yang    telah diwatermark.   Algoritma    reversible   watermarking   ini  menggunak an   metode histogram  shifting  dimana  citra  asli  dapat  diperoleh  ketika  penyebab  degradasi dihapus  dari  citra  terwatermark  dengan  cara  mengekstrak   informasi   watermark yang    disisipkan.    Pada    algoritma    ini,    watermark   disisipkan    dengan    cara menentukan   titik  puncak  maksimum  histogram  dan  melakukan   pergeseran  pada poin minim um kiri dan kanan histogram  sehingga tercipta  suatu ruang penyisipan. Pada  penelitian  ini watermark  yang  digunakan  berupa  citra  digital  biner  dimana pada penelitian  sebelumnya  menggunakan  nilai random.  Kelebihan  menggunakan citra   sebagai   watermark   supaya   lebih   mudah   dikenali   saat   ekstraksi.   Hasil penelitian  menunjukk:an  bahwa  metode  ini dapat  menanamkan   data  97bit  sampai&#13;
104309bit (39,7%)  dari ukuran  citra  penampung  (512x512x8)  dan menghasilkan tingkat  invisibility yang tinggi. Hasil  ini relative sama dengan  menggunakan  nilai random.&#13;
&#13;
Kata kunci:  reversible watermarking,  watermark, histogram shifting,</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120142</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-02 10:56:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-02 10:56:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>