<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120111">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERBADAP KEAUSAN PAHAT PADA PROSES BUBUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUJIBURRAHMAN ZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  pemotongan  logam   merupakan   suatu  proses   yang  digunakan   untuk mengubah   bentuk  suatu  produk dari  logam  dengan   cara  memotong.  Da/am penelitian  ini  digunakan   mesin  bubut  untuk pemotongan  baja  karbon  sedang S-45C.  Pembubutan  dilakukan  tanpa  cairan pendingin (dry cutting).  Kecepatan potong  merupakan  salah   satu   elemen   dari  proses   pemesinan yang  paling berpengaruh terhadap keuasan pahat. Pahat yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pahat   HSS  dengan   ukuran   3/8  x   4.    Untuk   mengetahui   mekanisme pertumbuhan keausan pahat dilakukan pengujian terhadap S-45C dengan kondisi&#13;
pemotongan f= 0,2,  0,25 dan  0,3 (mm/r) serta kecepatan potong v = 30, 37 dan&#13;
45 (m/min).  Dari hasil proses  bubut dengan memvariasikan  gerak  makan (f) dan kecepatan  potong (v) maka diperoleh harga keausan pahat  terkecil  terjadi pada&#13;
gerak  makan  0,2 mm/r  dengan  kecepatan potong  30 m/min yaitu 0,07 mm dan terbesar pada  gerak  makan  0,3  mm/r dengan  kecepatan potong 45 m/min  yaitu&#13;
0,158  mm.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa makin keci/ sudut potong  yang&#13;
digunakan    keausan   yang  terjadi   makin   besar,    ini   karena   sudut   potong menentukan   lebar  dan  tebal  geram  sebelum  terpotong,  dan juga  menentukan panjang kontak antara geram dengan  bidangpahat&#13;
&#13;
Kata kunci :  Proses Pemotongan, Keausan Pahat, Gerak Makan, Kecepatan&#13;
Potong.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120111</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-01 20:40:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-01 20:40:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>