<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120080">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBUTUHAN PADA SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA ACEH BESAR MENGGUNAKAN PROBLEM-BASED ANALYSIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nailul Fithriya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumah Sakit Ibnu Sina (RSIS) merupakan lembaga kesehatan swasta yang berperan sebagai rumah sakit rujukan kedua di Kabupaten Aceh Besar. Salah satu bagian dari RSIS adalah Instalasi Farmasi yang bertanggung jawab atas pengelolaan persediaan obat. RSIS mengalami kerugian besar akibat penumpukan obat kedaluwarsa di Instalasi Farmasi yang disebabkan oleh keterbatasan pengelolaan obat melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hasil uji System Usability Scale (SUS) yang dilakukan kepada petugas Instalasi Farmasi RSIS menunjukkan tingkat kepuasan yang rendah terhadap SIMRS, dengan rata-rata 60.75. Hal ini menunjukkan kurangnya optimalisasi SIMRS dalam mengelola persediaan obat, karena SIMRS belum mampu memberikan peringatan terhadap obat mendekati tanggal kedaluwarsa dan tidak dapat melacak distribusi obat di Apotek dan Depo. Situasi ini mengakibatkan penumpukan obat di kedua lokasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan menggunakan metode Problem-based Analysis. Hasil penelitian ini mencakup daftar kebutuhan sistem yang meliputi 4 kelompok pengguna, 77 user story, 81 kebutuhan fungsional, 4 kebutuhan non-fungsional, 4 use case diagram, dan 18 subproblem untuk setiap kategori pengguna. Analisis kebutuhan menggunakan use case diagram dan problem frames menghasilkan fitur-fitur sebagai solusi terhadap permasalahan yang kemudian diwujudkan ke dalam mockup sistem. Mockup digunakan sebagai gambaran awal user interface (UI) sistem untuk memudahkan penggambaran fitur pada saat proses validasi kebutuhan. Hasil validasi kebutuhan bersama pihak RSIS memberikan respon positif terhadap seluruh pertanyaan yang diajukan. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan sudah sesuai dengan kebutuhan di RSIS.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120080</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-01 12:19:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-01 14:25:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>