Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JENIS MATERIAL BENDA KERJA TERHADAP KEBULATAN HASIL PROSES MESIN BUBUT DENGAN PAHAT HSS
Pengarang
Lana sucianto - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
06041020100
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Proses pemesinan merupakan saJah satu teknologi proses produksi yang banyak digunakan dalam industri pembuatan komponen-komponen mesin. Penelitian mengenai pemesinan tetap dilakukan, disamping untuk menghasilkan kuaJitas pemotongan yang semakin baik, juga untuk mengetahui lebih jauh hubungan antara beberapa parameter pemotongan yang menjadi dasar pengembangan perencanaan pemesinan yang optimum. Setiap proses pemesinan memiliki ciri tertentu atas suatu komponen yang dihasilkan, antara lain adaJah kebulatan (silindris). Untuk menghasilkan pemotongan yang berkualitas perlu didukung oleh proses pemesinan yang baik, agar hasil pemotongan sesuai tujuan yang kita inginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui infonnasi pengaruh parameter-parameter terhadap kebulatan benda kerja yang dihasilkan, khususnya adaJah untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong terhadap kebulatan. Pembubutan dilakukan dengan kecepatan potong adalah untuk baja karbon sedang pada keceptan potong 30 m/min, 50 m/min, dan 70 m/min. gerak makan 0,072 mm/putaran, kedalaman potong 0,I mm, untuk aluminium pada kecepatan potong
70 m/min, 100 m/min, dan 130 m/min, gerak makan 0,072 mm/putaran,
kedalaman potong 0, l mm. dan selanjutnya untuk tembaga pada kecepatan potong 70 m/min, 100 m/min, dan 130 m/min, gerak makan 0,072 mm/putaran, kedalaman potong 0, 1 mm. Untuk mengetahui tingkat kebulatan dilakukan peogujian dengan menggunakan mesin MarFrom MMQ I 00. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai ketidakbulatan terkecil adalah 3,2 m pada
benda kerja tembaga pada kecepatan potong 130 m/min, gerak makan 0,072
mm/putaran, kedalaman potong 0, I mm yang menunjukkan hasil yang paling bulat, artinya semakin tinggi kecepatan potong maka semakin kecil nilai ketidakbulatannya.
Kata kunci : Kebulatan Benda Kerja, Kondisi Pemotongan, Hasil Proses Bubut
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH CHAMFERING MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT (Baihaqi, 2024)
ANALISA GAYA POTONG POROS RODA MOBIL TENAGA SURYA TERHADAP KEBULATAN PROSES MILLING AGMA A-8 MENGGUNAKAN METODE HELICAL INTERPOLASI (Muhammad Rio Sukarsa, 2016)
MENGUJI KEBULATAN PENGGUNAAN PAHAT KARBIDA DAN HSS HASIL PROSES CIRCULAR INTERPOLATION CUTTING PADA MESIN AGMA A-8 MENGGUNAKAN BAJA KARBON SEDANG (Ipal Febri Narta, 2015)
ANALISIS KEBULATAN HASIL PROSES HELICAL INTERPOLATION CUTTING MENGGUNAKAN PAHAT HSS PADA MESIN CNC AGMA A-8 (Muhammad Aiyub, 2015)
PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERBADAP TERHADAP KEBULATAN HASIL PROSES BUBUT BAJA KARBON SEDANG (Muhatsir, 2024)