<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119996">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI BILA ELECTRONIC ROAD PRICING (ERP) DITERAPKAN DI JALAN PANGERAN DIPONEGORO PASAR ACEH BANDA ACEH MENGGUNAKAN METODE LOGIT BINER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHLUL AZIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh memiliki tingkat kepadatan penduduk yaitu 4.828 jiwa/km2. Besarnya kepadatan penduduk menyebabkan aktivitas dan perpindahan masyarakat meningkat sehingga muncul beberapa masalah yang sering terjadi di kota-kota besar yaitu kemacetan. Salah satu kawasan yang padat lalu lintas dan ramai dilalui masyarakat Kota Banda Aceh berada di kawasan Pasar Aceh. Penelitian ini berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro. Kawasan Pasar Aceh sangat terkenal karena merupakan area Central Business District (CBD) yaitu pusat perdagangan, pemerintahan, dan wisata. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kemacetan ini yaitu dengan penerapan jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Tujuan penelitian ini mengetahui persentase probabilitas perpindahan pengguna jalan dan tingkat kinerja lalu lintas sebelum dan bila ditetapkan ERP. Hasil analisis dengan program bantu Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dilakukan dengan tiga asumsi yaitu asumsi pertama responden memilih jalur alternatif atau selainnya, asumsi kedua responden memilih menggunakan Trans Koetaradja atau selainnya, dan yang ketiga responden tetap memilih melewatui Jalan Pangeran Diponegoro atau selainnya. Didapatkan persentase jumlah perpindahan menuju jalan alternatif sebesar 4,71 %, sedangkan sisanya 95,29 % tidak menuju ke jalan alternatif atau memilih lainnya. Persentase jumlah perpindahan memilih menggunakan Trans Koetaradja sebesar 13,01 %, sedangkan sisanya 86,99% tidak memilih menggunakan Trans Koetaradja atau memilih lainnya. Persentase jumlah perpindahan memilih tetap melewati dan membayar ERP sebesar 10,6 %, sedangkan sisanya 89,4 % tidak memilih tetap melewati dan membayar ERP atau memilih lainnya  Kinerja lalu lintas eksisting untuk Jalan Pangeran Diponegoro didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,74. Untuk kondisi bila diterapkannya ERP didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,61. Dengan diterapkannya Electronic Road Pricing (ERP) pada Jalan Pangeran Diponegoro maka ruas jalan ini memperkecil terjadinya kemacetan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119996</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-31 10:50:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-31 11:07:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>