ANALISIS DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN PADA QANUN ADAT ISTIADAT GAMPONG TUTONG KECAMATAN LABUHANHAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN PADA QANUN ADAT ISTIADAT GAMPONG TUTONG KECAMATAN LABUHANHAJI BARAT KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

IRWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mutiawati - - - Dosen Pembimbing I
Khalisni - 199205302021021101 - Dosen Pembimbing II
Ardiansyah - 199013012016041101 - Penguji
Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1810103010107

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Qanun Gampong berperan sebagai instrumen hukum untuk mengatur kehidupan masyarakat
setempat. Qanun dapat mencakup ketentuan-ketentuan yang mendukung pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat Gampong mencakup aturan-aturan seperti adat-istiadat. Qanun
Gampong Tutong Nomor 01 Tahun 2022 tentang adat istiadat sebagai upaya untuk mengatur
perilaku masyarakt Gampong Tutong sesuai dengan kaidah adat-istiadat. Namun, bagi
masyarakat Gampong Tutong, Qanun
tersebut
terdapat beberapa pasal yang
mendiskriminasikan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk
diskriminasi dan solusi dari diskriminasi terhadap perempuan berdasarkan Qanun Adat
Istiadat Gampong Tutong. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori kebijakan publik, teori
diskriminasi dan teori implementasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk
diskriminasi sanksi pengusiran selama dua tahun bagi perempuan hamil di luar nikah,
pembatasan partisipasi perempuan dalam seni dimana perempuan dilarang tampil dalam
panggung kesenian seperti Rateb Meusukat dan Seudati Inong, dan adanya perbedaan
pandangan terhadap salah satu gender. Solusi untuk mengatasi diskriminasi terhadap adalah
dengan melibatkan perempuan dalam perumusan Qanun, melakukan sosialisasi kesadaran
hukum, penguatan hukum agar setiap masyarakat memperoleh hukum yang setara dan adil,
reformasi Qanun menyangkut pasal-pasal yang mendiskriminasikan perempuan dan
perumusan Qanun dengan melibatkan semua unsur masyarakat.
Kata Kunci: Diskriminasi, Qanun Gampong, Adat Istiadat, Perempuan

ABSTACT The Gampong Qanun serves as a legal instrument to regulate the life of the local community. It may encompass provisions that support the development and welfare of the Gampong community, including rules related to customs and traditions. The Gampong Tutong Qanun Number 01 of 2022 concerning customs and traditions is an effort to regulate the behavior of the Tutong Gampong community in accordance with customary norms. However, for the Tutong Gampong community, this Qanun contains several articles that discriminate against women. The aim of this research is to identify the forms of discrimination and propose solutions to address discrimination against women based on the Tutong Gampong Customs and Traditions Qanun. The research employs a qualitative research method with a qualitative descriptive approach. The theories used include public policy theory, discrimination theory, and implementation theory. The results of this study indicate that forms of discrimination include expulsion sanctions for unmarried pregnant women for two years, restrictions on women's participation in the arts, where women are prohibited from performing in artistic performances such as Rateb Meusukat and Seudati Inong, unjust policies regarding domestic violence against women, and the presence of gender stereotypes resulting in biased assessments of women. Solutions to address discrimination include involving women in the formulation of the Qanun, raising legal awareness through socialization, legal strengthening to ensure equal and fair rights for all citizens, Qanun reform involving articles that discriminate against women, and formulating the Qanun by engaging all elements of society. Keywords: Discrimination, Gampong Qanun, Customs and Traditions, Women

Citation



    SERVICES DESK