<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119954">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI PEMODELAN KUALLLTAS AIR (WATER QUALITY) MENGGUNAKAN PROGRAMN  DELPHI 6.0</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mirza Junianto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai tujuan utama yaitu terkendalinya interaksi antara sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk kelestarian fungsi  lingkungan dan kesejahteraan manusia.  Hal terpenting  dalam&#13;
pengelolaan   sumber   daya   air   pada   DAS   adalah   pemanfaatan   air   yang berkelanjutan,  salah  satu  caranya  adalah  mempertahankan  kualitas  air.  Seiring dengan perkembangan yang terus meningkat seperti banyaknya industri-industri besar, jumlah penduduk yang padat, meningkatya taraf hidup masyarakat serta bertambahnya aktifitas pertanian dan industri  semakin menunjukkan penurunan kualitas air sungai.&#13;
 Tujuan dari penelitian ini adalah menduga besarnya kualitas air pada sub DAS Sipare-pare Asahan Sumatera Utara. Studi kasus dilaksanakan di DAS Bah Bolan  yang  secara  administratif  lokasinya  terletak  dikabupaten  Asahan  dan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara tapat nya disub DAS Sipare-pare Asahan S-tera Utara. Kalibrasi  model  yang menggambarkan  hubungan  konsentrasi  parameter kualitas air dengan debit sungai dilakukan untuk periode satu tahun yaitu tahun 2001. Model matematis untuk satu tahun adalah gabungan dua model yaitu model pada musim kemarau dan model pada musim penghujan. Konsentrasi parameter kualitas  air  dikatakan  mendekati  nilai  observasi  diketahui  dengan  perhitungan koefisien  determinasi  antara  nilai  parameter  kualitas  air  model  dengan  nilai parameter  kualitas  air  observasi  hingga  mencapai  nilai  lebih  drri  0,6.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa,  nilai  koefisien  determinasi   hasil  kalibrasi  data tahun 2001  untuk masing-masing parameter kualitas air menunjukkan hasil yang beragam. Determinasi terbesar adalah 0,846 yaitu Mangan dari model matematis musim   kenaran   Sedangkan   determinasi   terkecil   adalah   0,25   yaitu   untuk turbiditas dari model matematis pada musim penghujan, 0,49 yaitu untuk pH dari model matematis pada musim penghujan serta 0,43 dan 0,561  yaitu untuk TDS dari   model   matematis   untuk   musim   penghujan   dan   kemarau.   Jadi   model matematis  yang  digunakan  kurang  dapat menggambarkan  fluktuasi  kualitas   air terutana untuk turbiditas pada musim penghujan, pH pada musim penghujan dan TDS  pada  musim  penghujan  dan  kemarau  karena  memiliki  nilai  detemininasi kurang dari 0'6.&#13;
Sementara itu proses validasi untuk data tahun 2002, di peroleh hasil yang kurang  dapat  menggambarkan  fluktuasi   kualitas  air  terutama  untuk  turbiditas dengan nilai determinasi yaitu 0,586 dan 0,531 untuk musim penghujan dan untuk TDS dengan nilai determinasi yaitu 0,497 pada musim kemarau.  Sementara itu nilai   deteminasi   tertinggi   adalah   0,966     yaitu   untuk   klorida   pada   musim penghujan. Pada proses validasi data tahun 2003, di peroleh nilai yang baik untuk semun parameter kualitas air, karena nilai koefisien deteminasi model lebih dari 0,6.   Jadi  model  matematis  yang   digunakan  dapat  menggambarkan  fluktuasi hialitas  air,  sedanghan nilai koefisien deteminasi tertinggi  adalah 0,958  untuk klorida pada musim kemarau dan nilai determinasi terkecil adalah 0,729  untuk turbiditas pada musim penghujan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119954</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 12:53:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 12:53:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>