<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119953">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ACEH TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS BERAS LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT IRAMA PHONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan salah satu provinsi dengan produksi beras yang relatif stabil di Indonesia. Aceh memiliki potensi yang baik, cuaca yang baik, tanah yang subur untuk dijadikan lumbung padi dan bermanfaat bagi masyarakat. Pangan Aceh khususnya beras masih mengandung surplus dengan menempati urutan ke delapan nasional, namun permasalahan utamanya adalah masyarakat Aceh belum mampu menghasilkan beras yang premium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terhadap peningkatan kualitas beras lokal serta faktor pendukung dan penghambat Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terhadap peningkatan kualitas beras lokal. Penelitian ini menggunakan teori kinerja menurut Mustopadidjaja dengan indikator masukan, proses, keluaran, dan hasil dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terhadap peningkatan kualitas beras lokal belum dapat berjalan dengan maksimal dikarenakan ada bebarapa hambatan dalam pelaksanaan. Hal ini dapat dilihat dari indikator masukan dimana segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan sudah mencukupi, indikator proses dimana segala tahapan kegiatan sudah dilakukan dengan baik, indikator keluaran dimana sudah banyak capain-capaian yang di dapatkan, dan indikator hasil dimana dinas memiliki harapan atau hasil yang harus dicapai untuk kedepannya. Faktor pendukungnya adalah sasaran pemberian pupuk, budidaya sesuai GAP (Good Agricultural Practice),dan semangat petani. Selain itu, faktor penghambatnya adalah terbatasnya wewenang, pemilihan benih, dan perubahan iklim global. Oleh karena itu, diharapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk dapat terus mempertahankan yang sudah ada dan mengembangkan yang belum maksimal dengan semaksimal mungkin sehingga dapat menjadikan pertanian ini sebagai lini sektor dari semua program yang ada guna meningkatkan kualitas beras lokal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kinerja, Kualitas Beras Lokal, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119953</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 12:50:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 15:04:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>