<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119950">
 <titleInfo>
  <title>ALTERNATIF  PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN  ATAS JEMBATAN KRUENG RABA LHOKNGA KABUPATEN ACEH  BESAR DENGAN  VARIASI  TIPE  GELAGAR I DAN T GANDARNRN(SUATU  ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR MENGGUNAKAN KONSTRUKSI BETON PRATEGANG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ary Herfiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jembatan  Krueng  Raba yang telah  dibangun  merupakan  jembatan kelas I. Jembatan tersebut  berupa jembatan rangka  baja dengan  panjang jembatan 80 meter,  lebar  12 meter,  dan tinggi 8 meter.  Tugas  Akhir ini bertujuan   untuk  memberikan alternatif perencanaan    struktur    bangunan    atas   jembatan   Krueng   Raba.  Perubahan    yang&#13;
direncanakan   adalah   dari   bahan    struktur    baja   menjadi  bahan    struktur    beton prategang.   Jembatan    ini  direncanakan   ulang   dengan   3  bentang   masing-masing panjang bentang  25,6 meter dan lebar jembatan 9 meter.  Objek yang  ditinjau dalam perencanaan   ini adalah  perbandingan  antara  gelagar  tipe  I  dan  T  ganda.  Sistem penegangan   tendon  baja prategang   menggunakan   sistem  post  tensioning di  mana penarikan    tendon  dilakukan setelah   beton  mengeras.   Mutu   beton  untuk   gelagar digunakan  fc 41,5 MPa, sedangkan untuk plat lantai digunakan  fc 29, 1   MPa. Dalam perencanaan    ini,  beton   direncanakan    sebagai   beton   prategang   parsial,   di  mana diizinkan  tegangan   tarik terbatas  pada beton.  Pada  bagian  beton  yang  mengalami tegangan  tarik tersebut  diberikan  tulangan  nonprategang untuk mendukung  kekuatan ultimitnya.  Pada  gelagar  I digunakan  plat  lantai  30 cm,  sedan gkan  pada  gelagar  T ganda  tidak  menggunak an plat  lantai  karena  memiliki  sayap  yang  Lehar.  Dari  hasil perhitungan  dapat  disimpulkan babwa  gelagar  tipe  T ganda  lebib  efisien  dari  pada&#13;
gelagar  tipe  I. Volume  beton untuk  gelagar  I adalah 29,978        dan untuk  gelagar  T&#13;
ganda  adalah 20,403  m. Jumlah  strand  yang  digunakan  untuk  kedua  tipe  gelagar&#13;
adalah  48 strand  yang terbagi  atas  4 x  12  strand.  Untuk  tulangan  tarik digunakan  5&#13;
tulangan  D10  pada  gelagar  I  dan  4  tulangan   D10  pada gelagar  T  ganda.  Untuk sengkang digunakan  tulangan D 10 pada kedua tipe gelagar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119950</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 12:17:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 12:17:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>