ANALISIS NILAI CBR DENGAN VARIASI BUTIR PADA GRADASI SENJANG BERDASARKAN RANGE SPESIFIKASI BINARNMARGA AKIBAT PEMADATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS NILAI CBR DENGAN VARIASI BUTIR PADA GRADASI SENJANG BERDASARKAN RANGE SPESIFIKASI BINARNMARGA AKIBAT PEMADATAN


Pengarang

Tithan Radityo - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041110933

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tugas Akhir ini berjudul "Analisis Nilai CBR Dengan Variasi Butir Pada Gradasi Senjang Berdasarkan Range Spesifikasi Bina Marga Akibat Pemadatan". Material utama lapisan perkerasan adalah agregat. Untuk meningkatkan mutu perkerasan perlu dilakukan pemadatan dan mencari nilai daya dukung perkerasan (CBR).Agregat yang digunakan adalah agregat pecah bergredasi senjang Sungai Krueng Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan perubahan komposisi butiran akibat pemadatan pada gradasi senjang dengan terhadap daya dukung perkerasan yang diukur dengan nilai CBR. Sebelum material digunakan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan komposisi butir (gradasi) agregat dan setelal itu dibuat benda uji. Benda uji menggunakan kadar air optimum yang sesuai dengan penelitian Aqil (2004) yang menyatakan tingkat kepadatan yang dicapai pada agregat pecch Sungai Krueng Aceh adalah pada kadar air optimum 9,25%. Nilai CBR didapat dari grafik, dimana pengujian CBR dengan komposisi batas bawah, batas tengah, den batas atas setelah mengalami pemadatan didapatkan nilai CBR sebesar 21,Il %, 19,17 %, dan 16,67%. Dari hasil CBR yang didapat menunjukkan bahwa nilai CBR dengan komposisi batas bawah lebih besar dibandingkan dengan komposisi batas tengah dan batas atas setelah mengalami pemadatan. Hal ini dikarenakan setelali dilakukan pemadatan tejadinya kehancuran pada butiran kasar dan merubah komposisi butiran tiap saringan, dimana butiran halus mengalami penambahan berat sedangkan butiran kasar mengalami
pengurangan berat. Seperti diketahui bahwa agregat bergradasi senjang memiliki butir halus yang berlebih sehingga daya dukungnya jelek. Dari hasil analisa regresi sederhana didapat hubungan yang sangat signifikan pada fraksi dasar, fraksi halus dan filler terhadap nilai CBR yang ditunjukkan dari nilai koefisien korelasinya yang mendekati satu. Dimana hubungan positif antara froksi kasar dan nilai CBR berarti semakin tinggi nilai fraksi kasar maka akan semakin tinggi pula nilai CBRnya. Sebaliknya hubungan negatif antara fraksi halus dan filter terhadap nilai CBR berarti semakin tinggi nilai fraksi halus dan filter maka akan semakin rendah nilai CBRnya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK