<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119921">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN SELF-EMPOWERMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M Abdul Jabbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketidakberdayaan dan kejenuhan pengobatan umumnya terjadi pada pasien dengan penyakit kronik, salah satunya Diabetes mellitus tipe 2. Hal ini dapat menurunkan status kesehatan dan meningkatkan komplikasi jika penatalaksanaan mengelola penyakit tidak baik. Kemampuan individu dalam membangun kepercayaan, meningkatkan harga diri dan mengembangkan mekanisme koping serta meningkatkan keterampilan pribadi untuk membuat pilihan perawatan kesehatan disebut dengan self-empowerment. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan self-empowerment pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien DM tipe 2 yang melakukan kunjungan ke Poliklinik Endokrin. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 226 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari sosiodemografi, The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Diabetes Empowerment Scale-Short Form (DES-SF). Analisis inferensial menggunakan uji chi-square (uji χ2) dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan usia (ρ=0.000), jenis kelamin (ρ=0.006), tingkat pendidikan (ρ=0.000), lamanya menderita penyakit (ρ=0.000), riwayat edukasi DM (ρ=0.000), dukungan sosial (ρ=0.000) dan tidak ada hubungan tingkat pendapatan (ρ=0.821) dan komorbid (ρ=0.055) dengan self-empowerment pada pasien DM tipe 2. Variabel dengan koefisien terbesar yaitu dukungan sosial (ρ=0,000 dan ods ratio =5,716). Hasil studi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial yang tinggi berpeluang 5,7 kali meningkatkan self-empowerment sehingga direkomendasikan bagi perawat mendorong keterlibatan keluarga dan dukungan sosial bagi pasien DM tipe 2 dalam  mengelola penyakitnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119921</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-29 20:27:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-30 11:14:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>