<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119878">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aliya Hafiya Halym</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit merupakan organ terluar pada tubuh manusia yang langsung berinteraksi dengan lingkungan luar. Serat kolagen, elastisitas kulit serta kelembapan berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Stres oksidatif akibat pengaruh dari sinar ultraviolet akan menyebabkan penurunan serat kolagen, elastisitas dan kelembapan kulit. Hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian antioksidan alami. Salah satu tanaman memiliki potensi sebagai antioksidan alami adalah nilam (Pogostemon cablin Benth.). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas anti penuaan minyak nilam terhadap kulit mencit (Mus musculus) yang terpapar sinar ultraviolet B (UVB). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan membagi 25 ekor mencit ke dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol normal (K0), kelompok kontrol positif (K+), kelompok kontrol negatif (K-), perlakuan minyak nilam crude oil (P1), dan perlakuan dengan minyak nilam fraksi ringan (P2), penuaan pada mencit diinduksi dengan sinar UVB 498mJ/m2 pada tiap kelompok kecuali K0. Perlakuan dilakukan selama 5 hari dalam seminggu selama 2 minggu. Paparan sinar UVB dimaksudkan untuk mensimulasikan kondisi paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan penuaan kulit. Pengamatan dilakukan terhadap parameter penuaan kulit, termasuk penurunan kadar kelembapan, elastisitas, dan serat kolagen pada kelompok kontrol dan kelompok terpapar UVB. Hasil menunjukkan kelompok P1 mengalami peningkatan serat kolagen sebesar 45,33%, elastisitas sebesar 18,08% dan kelembapan sebesar 56,72%. Kelompok P2 mengalami peningkatan serat kolagen sebesar 40,83%, elastisitas sebesar 12,30% dan kelembapan sebesar 24,73%. Kelompok K+ mengalami peningkatan serat kolagen sebesar 32,14%, elastisitas sebesar 3,91% dan kelembapan sebesar 18,89%. Kelompok K-mengalami penurunan serat kolagen sebesar 49%, elastisitas sebesar 40,60% dan kelembapan sebesar 79,05%. Peningkatan tertinggi dalam hal serat kolagen, elastisitas, dan kelembapan terjadi pada kelompok P1, diikuti oleh P2 dan K+. Sebaliknya, kelompok K- mengalami penurunan signifikan dalam semua parameter tersebut. Penelitian ini memberikan indikasi bahwa minyak nilam dapat memberikan manfaat dalam melawan efek penuaan yang disebabkan oleh paparan sinar UVB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119878</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-29 08:54:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-29 10:14:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>