PENGARUH BEBAN TAKSEIMBANG TERHADAP UNJUK KERJA RELE GANGGUAN TANAH (GFR) PADA PENYULANG 20 KV BA1 DI GARDU HUBUNG AJUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH BEBAN TAKSEIMBANG TERHADAP UNJUK KERJA RELE GANGGUAN TANAH (GFR) PADA PENYULANG 20 KV BA1 DI GARDU HUBUNG AJUN


Pengarang

Zaini - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

030410S020038

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rele gangguan tanah merupakan proteksi gangguan tanah yang arus urutan not merupakan sumber penggeraknya. Arus urutan not muncul bukan saja saat terjadinya suatu gangguan, namun terjadi juga pada faktor seperti beban yang tidak seimbang, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa arus gangguan hubung singkat l fasa ketanah terbesar terletak pada I 0% panjang jaringan dengan besar arus gangguan 286,76 A dengan waktu kerja rele
0,4999 detik dan arus gangguan terkecil terletak pada 100% panjang jaringan
dengan besar arus gangguan 269,37 A dengan waktu kerja rele 0,5180 detik. Setting arus rele gangguan tanah (GFR) adalah sebesar 26,93 A. Ketidakseimbangan beban terbesar terjadi pada malam hari dengan besar arus tiap phasa tidak sama besar yaitu pada phasa R=I00 A, S=90 Adan phasa T=130 A sehingga menimbulkan arus residu sebesar 36,05 A yang dapat dirasakan oleh rele gangguan tanah (GFR) hal ini sudah bisa membuat rele gangguan tanah bekerja.

Kata Kunci: Ketidakseimbangan beban, Rele gangguan tanah (GFR), setting rele.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK