PERILAKU BALOK BETON BUSA BERTULANG (REINFORCED FOAMED CONCRETE) TERHADAP PERBEDAAN JARAK SENGKANG DI BAWAH BEBAN STATIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU BALOK BETON BUSA BERTULANG (REINFORCED FOAMED CONCRETE) TERHADAP PERBEDAAN JARAK SENGKANG DI BAWAH BEBAN STATIK


Pengarang

EDI SAPUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku balok beton busa bertulang (reinforced foamed concrete) dibawah beban statik, menggunakan 6 (enam) buah benda uji dengan ukuran panjang 2000 mm, lebar 150 mm dan tinggi
300 mm dengan tulangan pokok 010 mm, dan tulangan sengkang 07 mm dengan jarak sengkang yang bervariasi. Balok I dan II dengan jarak sengkang 100 mm atan RFC- 100, untuk balok III dan IV dengan jarak sengkang 125 mm atau RFC•
125, sedangkan untuk balok V dan VT dengan dengan jarak sengkang 150 mm atau RFC- 150. Benda uji dibuat dengan spesific gravity (SG) beton busa 1,2 dengan persentase serat sabut kelapa yaitu 0,5 %, Faktor Air Semen (FAS) 0,5 dan panjang serat 25 mm Pengujian sifat-sifat mekanis yang dilakukan terdiri dari uji tekan (compression test) menggunakan benda uji kubus dengan ukuran
10x10x10 cm' sebanyak 6 (enam) benda uji dan benda uji silider dengan ukuran
benda uji 015x30 cm' sebanyak 3 benda uji. Semua pengujian dilakukan pada saat umur beton busa 28 hari. Pengujian dilakukan terhadap balok dengan cara memberikan dua beban terpusat secara bersamaan yang berjarak antar beban 40 cm, clan jarak beban ke tumpuan 70 cm Dari penelitian diperoleh jarak sengkang yang efektif pada balok RFC 310 adalah 125 mm. Pada jarak sengkang 125 mm terjadi kenaikkan kemampuan daya dukung terhadap beban geser sebesar 120,667
% dari perhitungan analisis. Pada balok RFC-125 dan RFC-150 perbandingan hasil analisis dengan pengujian laboratorium menunjukkan Jemahnya pengaruh dari ikatan (bond) antara balok beton busa bertulang dengan tulangan. Semakin besar jarak tidak mempengaruhi pola keruntuhan balok yaitu tetap terjadi keruntuhan geser. Beban maksimum rata-rata balok RFC-100, -125 dan -150 adalah 4,75 ton, 4,70 ton dan 3,65 tor.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK