<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119856">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI SEDIAAN MEDICATED OIL DARI KOMBINASI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) HASIL DESTILASI MOLEKULER DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAIKHA SAYUNA BILQIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) dan tanaman kari (Murraya koenigii) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai antijamur, antibakteri dan dapat mengatasi eritema, edema, serta tanda peradangan lainnya. Formulasi ini menggunakan minyak nilam dan ekstrak etanol daun kari sebagai zat aktifnya. Minyak nilam diperoleh dengan metode hasil destilasi molekuler dan ekstrak etanol daun kari diperoleh dengan metode meserasi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan, mengevaluasi dan menguji keamanan sediaan Medicated Oil yang menggunakan kombinasi zat aktif dari minyak nilam dan ekstrak etanol daun kari. Rancangan formulasi sediaan Medicated Oil terdiri atas sediaan F0 tanpa kombinasi zat aktif sedangkan F1 dan F2 dengan kombinasi zat aktif minyak nilam fraksi ringan , minyak nilam fraksi berat, dan ekstrak etanol daun kari. Pada F1 menggunakan 2 % ekstrak etanol daun kari dan pada F2 menggunakan 3 % ekstrak etanol daun kari. Secara organoleptis sediaan F0 berwarna bening dan cair, dan F1 dan F2 berwarna hijau pekat dengan tekstur cair, serta sediaan F0, F1 dan F2 beraroma khas minyak kayu putih. Hasil evaluasi dan uji stabilitas pada pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan sentrifugasi memenuhi persyaratan mutu sediaan yang baik. Sediaan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi zat aktif yaitu minyak nilam fraksi ringan, minyak nilam fraksi berat dan ekstrak etanol daun kari dapat diformulasikan menjadi sediaan Medicated Oil yang memenuhi persyaratan mutu sediaan yang baik dan aman untuk digunakan.&#13;
Kata kunci: Minyak nilam fraksi ringan, minyak nilam berat, Tanaman Kari, Medicated Oil</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119856</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-27 12:22:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-29 09:19:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>