STUDI KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SPLITTING TEST MENGGUNAKAN METODE PENCAMPURAN DEPARTEMENT OF ENVIRONMENTAL (DOE) DENGAN PENAMBAHAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN SPLITTING TEST MENGGUNAKAN METODE PENCAMPURAN DEPARTEMENT OF ENVIRONMENTAL (DOE) DENGAN PENAMBAHAN ADMIXTURE SUPERPLASTICIZER


Pengarang

Irvan Hardi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9841110861

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tarik beton dengan splitting test menggunakan metode pencampuran DOE dengan memakai admixture superplasticizer, kemudian membandingkannya dengan metode AC1211.1-91 dengan Faktor air semen (FAS) yang direncanakan yaitu 0,35, 0,40 dan 0,45. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan diameter I5 cm dan tinggi 30 em sebanyak 90 benda uji, yaitu 45 benda uji untuk metode DOE dan 45 benda uji untuk metode AC1211.1•
91. Pengujian kuat tarik belah akan dilakukan pada benda-benda ujt tersebut saat beton berumur 28 hari. Adapun variasi penambahan admixture superplasticizer adalah
0,4 liter per 100 kg semen dan 0,6 liter per I00 kg semen Sebagai pembanding dibuat Juga beton normal, yaitu beton tanpa penambahan admixture superplasticizer. Dari hasil pengujian kuat tarik belah diperoleh nilai kuat tarik pada benda-benda uji tiap FAS dengan penambahan admixture superplasticizer mengalami peningkatan nilai kuat tariknya lebih besar daripada benda uji pembanding yang tanpa penambahan admixture superplasticizer. Pencapaian kuat tanik belah beton berdasarkan kuat tarik rata-rata dengan penambahan admixture superplasticizer 0.4 liter per 10O kg semen dan 0,6 liter per 100 kg semen berturut-turut pada metode mix design DOE FAS 0,35 yaitu 4,888 % dan 0,931 %; FAS 0,40; 12,645 % dan 0,360 %; FAS 0,45, 0,682 % dan 8,900 % lebih besar daripada benda uji pembanding yang tanpa penambahan admixture superplasticizer. Sementara untuk metode ACl diperoleh nilai pada FAS
0,35, 20,714 % dan 22,808 %; FAS 0,40, 11,546 % dan 4,836%, FAS 0,45, 25,142
% dan 23,128 % lebih besar daripada benda uji pembanding yang tanpa penambahan admixture superplasticizer.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK