<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119770">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS METODE PENGENALAN IRIS MATA MENGUNAKAN ORDINAL MEASURE PADA RANAH DCT(DISCRETE COSINE TRANSFORM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fery Irianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat ini teknologi  yang umum digunakan  untuk mengenali seseorang adalah pasangan ID  dan  password.  Teknologi   ini   dinilai  memiliki   banyak   kekurangan.  sehingga diperlukan  sistem pengenalan  yang lebib efisien  dan nyaman  digunakan.  Salah satu sistem   pengenalan   yang   dianggap   paling   akurat   adalah   sistem   yang   berbasis biometrik.  Perangkat   biometrik   mengenali  orang  dari  ciri-ciri  fisiknya,  misalnya dengan  iris mata.  Iris mata memiliki   karakteristik  sistem  biometrik yang baik, yaitu&#13;
memiliki fitur yang unik.  Untuk  itu  sistem pengenalan  berbasis iris mata diperlukan.&#13;
Ordinal measure dari  DCT  koefesien  merupakan  salah  satu  metode  yang  mampu&#13;
melakukan  pendeksian  salinan  citra  yang  baik dan  mampu  melakukan    pengenalan citra dalam kondisi pencahayaan yang berubab. Karena itu penulis tertarik untuk mengaplikasikan   ordinal measure dari  koefesien  DCT  untuk  mengenal  iris  mata. Metode  ini mengurutkan  nilai  koefisien  AC dari citra  iris  mata masukan,  dari yang terkecil  hingga  terbesar  yang  di  sebut  ordinal measure, ordinal  measure ini  yang dibandingkan  dengan  ordinal measure citra  yang ada pada database menggunakan algoritma  Minkw oski  sehingga didapatkan  jarak antara dua citra. Berdasarkan  basil an~lisis, menunjukkan bahwa pengenalan iris mata menggunakan metode ordinal measure dengan  algorima  Minkwoski  mampu  memberikan  pengenalan  yang  baik. Dengan nilai ambang 70, pencocokan citra mencapai  kebenaran rata rata 60 %.&#13;
&#13;
Kata kunci: ordinal measure, DCT(discrete cosine transform)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119770</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-25 15:02:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-25 15:02:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>