<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119727">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH CHAMFERING MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baihaqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Suatu proses  permesinan bertujuan untuk mendapatkan suatu  produk  yang baik.  Salah satu proses  yang digunakan  adalah  proses  bubut.  Pada  proses  bubut  pengecilan diameter dapat  dilakukan  oleh  mesin bubut  (lathe machine). Mesin bubut  mempunyai berbagai jenis mata pahat untuk berbagai kepentingan,&#13;
salah  satunya   adalah   mata   pahat   chamfering     dimana   pada  mata   potong   pahat   tersebut  dibuat kemiringan  sudut   (angle)  pada  tepi  (corner)  pada  mata  potongnya.  Pada  penelitian  ini  digunakan geometri   pahat  chamfering  dan  pahat  tanpa  perlakuan   (runcing) dengan  memvariasikan kedalaman&#13;
potong (a) 0, 5 mm,  I  mm, 1,5  mm dan 2 mm,  material  yang digunakan baja karbon  sedang  S 45 C&#13;
berbentuk poros sebanyak 8 batan g. Kecepatan  putaran spindel 237 rpm, kecepatan potong  tetap yaitu: (v)  = 40  mm/min   dengan gerak makan   (f)  = 0,25  mm/r   dengan menggunakan jenis  pahat   HSS&#13;
sebanyak  8  buah.  Berdasarkan  hasil  pengukuran  kekasaran   permukaan pada  benda kerja  diperoleh&#13;
tingkat kekasaran tertinggi pada  geometri  pahat  tanpa perlakuan  yaitu = 26,474  m pada  kedalaman&#13;
potong 2 mm, sedangkan nilai kekasaran  yang terendah  terjadi  pada  bentuk  pahat  chamfe ring yaitu :&#13;
Ra =2,50 m dengan  kedalaman potong 0, 5 mm. dari hasil pengukuran  diketahui  bahwa  kualitas hasil&#13;
bubut dipengaruhi oleh kedalaman  potong dan bentuk  ujung pahat.&#13;
&#13;
Kata kunci : Proses bubut, Chamfering,  Kedalaman potong, Kekasaran permukaan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119727</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-24 13:59:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-24 13:59:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>