Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MAKNA DAN FUNGSI UNGKAPAN BAHASA ACEH PADA MASYARAKAT KUALA BA’U KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
CUT DARA PERMATA SUKMA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Denni Iskandar - 196902161994031003 - Dosen Pembimbing I
Herman R - 198304202015041002 - Dosen Pembimbing II
Muhammad Idham - 197610072006041002 - Penguji
Nurrahmah - 199112072022032012 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1706102010059
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Cut Dara Permata Sukma. 2024. Makna dan Fungsi Ungkapan Bahasa Aceh pada
Masyarakat Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Syiah Kuala.
Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah makna dan fungsi ungkapan bahasa
Aceh pada masyarakat Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian ini diperoleh dari informan penutur asli bahasa Aceh di Kuala Ba’u,
Aceh Selatan. Teknik yang digunakan adalah wawancara, teknik simak, teknik
catat, dan introspeksi. Dari hasil penelitian ini ditemukan tujuh makna leksikal, satu
makna referensial, dua makna kognitif, satu makna konotatif, satu makna afektif, dan
10 makna kiasan. Dari hasil penelitian ini juga ditemukan delapan fungsi ungkapan
melarang, tiga fungsi ungkapan mendidik, 10 fungsi ungkapan mengingatkan, satu
fungsi ungkapan menghibur, satu fungsi ungkapan penebal keimanan dan tiga fungsi
sindiran. Ungkapan bahasa Aceh masyarakat Kuala Ba’u di Aceh Selatan ini
dominan bermakna kiasan yang merupakan salah satu gaya bahasa yang sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dominan berfungsi sebagai bentuk
melarang, yaitu melarang hal-hal yang tidak layak untuk dilakukan. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah masing-masing ungkapan tersebut memiliki makna dan
fungsinya masing-masing berdasarkan penggunaan dan konteks tertentu. Makna dan
fungsi ungkapan tersebut dominan sebagai pengingat diri agar menjadi pribadi yang
lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: makna dan fungsi, ungkapan bahasa Aceh, masyarakat Kuala Ba’u.
Tidak Tersedia Deskripsi
DISFEMISME BAHASA KLUET DALAM TUTURAN MASYARAKAT RNDI KABUPATEN ACEH SELATAN (FERA MAIROJA, 2022)
MAKNA DAN FUNGSI UNGKAPAN BAHASA ACEH PADA MASYARAKAT PIDIE (Putri Raisa, 2016)
MAKNA DAN FUNGSI UNGKAPAN BAHASA ACEH DALAM MASYARAKAT SAMALANGA (Riza Safrina, 2015)
MAKIAN DALAM BAHASA ANEUK JAMEERNDI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Shiddiq Al Rahmad, 2022)
KELAYAKAN USAHA PERTANIAN KACANG TANAH DI KECAMATAN KLUET UTARA DAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN (Zulkarnain, 2020)