<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119673">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA DAN FUNGSI UNGKAPAN BAHASA ACEH PADA MASYARAKAT KUALA BA’U KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT DARA PERMATA SUKMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
&#13;
 &#13;
Cut Dara Permata Sukma. 2024. Makna dan Fungsi Ungkapan Bahasa Aceh pada&#13;
Masyarakat Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi&#13;
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,&#13;
Universitas Syiah Kuala. &#13;
&#13;
Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah makna dan fungsi ungkapan bahasa&#13;
Aceh pada masyarakat Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan.&#13;
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data&#13;
penelitian ini diperoleh dari informan penutur asli bahasa Aceh di Kuala Ba’u,&#13;
Aceh Selatan. Teknik yang digunakan adalah wawancara, teknik simak, teknik&#13;
catat, dan introspeksi. Dari hasil penelitian ini ditemukan tujuh makna leksikal, satu&#13;
makna referensial, dua makna kognitif, satu makna konotatif, satu makna afektif, dan&#13;
10 makna kiasan. Dari hasil penelitian ini juga ditemukan delapan fungsi ungkapan&#13;
melarang, tiga fungsi ungkapan mendidik, 10 fungsi ungkapan mengingatkan, satu&#13;
fungsi ungkapan menghibur, satu fungsi ungkapan penebal keimanan dan tiga fungsi&#13;
sindiran. Ungkapan bahasa Aceh masyarakat Kuala Ba’u di Aceh Selatan ini&#13;
dominan bermakna kiasan yang merupakan salah satu gaya bahasa yang sering&#13;
digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dominan berfungsi sebagai bentuk&#13;
melarang, yaitu melarang hal-hal yang tidak layak untuk dilakukan. Kesimpulan dari&#13;
penelitian ini adalah masing-masing ungkapan tersebut memiliki makna dan&#13;
fungsinya masing-masing berdasarkan penggunaan dan konteks tertentu. Makna dan&#13;
fungsi ungkapan tersebut dominan sebagai pengingat diri agar menjadi pribadi yang&#13;
lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: makna dan fungsi, ungkapan bahasa Aceh, masyarakat Kuala Ba’u.  &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119673</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-23 12:07:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-23 12:14:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>