Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PENGERING MORINGA OLIEFERA DUAL ENERGI BERTENAGA SURYA DENGAN EMBEDDED CONTROLLER
Pengarang
Saifuddin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Husaini - 196108081988111001 - Dosen Pembimbing I
Rizal Munadi - 196708151993031005 - Dosen Pembimbing II
Ira Devi Sara - 197705252001122001 - Dosen Pembimbing III
Nomor Pokok Mahasiswa
1809300060005
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Doktor Ilmu Teknik (S3)., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Proses pengeringan daun kelor (Moringa Oliefera Leaves) saat ini masih menggunakan cara tradisonal dan sangat bergantung pada panas matahari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan upaya pengembangan alat penelitian pengering daun kelor dual energi bertenaga surya dengan embedded controller yang telah dilaksanakan di laboratorium Teknik Universitas Syiah Kuala. Pengembangan dari alat ini menggunakan panel surya dengan embedded controller sehingga dapat menangkap sinar matahari yang maksimum dan mempercepat waktu pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengering dual energi bertenaga surya guna dengan embedded controller untuk mengatasi masalah pengeringan secara tradisional dan masalah keseragaman distribusi panas terhadap kelembaban dengan parameter pengering terkontrol dan stabil dalam usaha untuk mengeringkan daun kelor. Pada penelitian ini juga akan membandingkan bahan silinder aluminium dan stainless steel untuk mendapatkan waktu yang lebih cepat dalam proses pengering daun kelor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan percobaan dengan menggunakan bahan baku daun kelor sebanyak 1 kg dan 3 kg dengan daya elemen pemanas listrik 400 Watt dalam proses unjuk kinerja alat pengering bertenaga surya. Alat ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler arduino mega sebagai pengendali utama, penjejak arah matahari, maksimum power point tracker, IoT dan sensor DHT11 sebagai penghasil data suhu dan kelembaban sehingga alat akan bekerja secara otomatis untuk mendapatkan data secara real time dan presisi. Sistem Dual energi pada pengeringan daun kelor ini yaitu dengan menggabungkan energi panas dari matahari langsung dengan energi panas dari elemen pemanas yang bersumber dari baterai. Penggunaan dual energi meningkatkan temperatur didalam kontainer silinder horizontal menjadi 15,91 oC sampai dengan 26,67 oC saat temperatur luar kontainer 31oC. Berdasarkan dari data penelitian yang telah dilakukan, pengeringan dengan cara tradisional pengurangan kadar air daun kelor hanya sebesar 5% . Dengan menggunakan alat ini, kadar air berkurang hingga 10%-11% dengan berat daun kelor 1 kg. Dilihat dari pengujian pada kontainer dengan bahan silinder yang berbeda, bahan silinder aluminium dapat mengeringkan 1 kg daun kelor dengan tingkat kadar air akhir turun 8,5% dengan daya 400 Watt dalam waktu 5 jam pada suhu dalam silinder rata-rata 46,91oC dan suhu diluar silinder 31oC. Dengan menggunakan bahan silinder stainless steel membutuhkan waktu 6 jam untuk mengeringkan daun kelor 1 kg dengan tingkat kadar air akhir mencapai 9% pada suhu rata rata di dalam silinder 57,67 oC dan suhu diluar silinder 31oC. Untuk berat 3 kg daun kelor dengan daya elemen pemanas 400 Watt , silinder aluminium membutuhkan waktu rata-rata 10 jam dan dengan silinder stainless steel waktu rata- rata yang dibutuhkan adalah 13 jam. Silinder putar horizontal Aluminium dapat mempersingkat waktu pengeringann daun kelor 1 sampai dengan 2 jam.
Kata Kunci: Pengembangan Prototipe; Pengering Sistem Dual Energi; Embedded Controller; Daun Kelor
The process of drying Moringa Oliefera leaves currently still uses traditional methods and relies heavily on the heat of the sun. To overcome this problem, efforts are needed to develop a solar-powered dual-energy Moringa leaf dryer research tool with an embedded controller implemented in the Engineering Laboratory at Syiah Kuala University. The development of this tool uses solar panels with an embedded controller to capture maximum sunlight and speed up drying time. This research aims to develop a solar-powered dual-energy drying system with an embedded controller to overcome traditional drying problems and the problem of uniformity of heat distribution to humidity with controlled and stable drying parameters to dry Moringa leaves. This research will also compare aluminum and stainless steel cylinder materials to obtain a faster time in the process of drying Moringa leaves. The research method used is a quantitative and experimental method using raw materials of 1 kg and 3 kg of Moringa leaves with 400 Watt electric heating element power to demonstrate the performance of a solar-powered dryer. This tool is controlled using an Arduino Mega microcontroller as the main controller, a sun tracker, a maximum power point tracker, IoT, and a DHT11 sensor as a temperature and humidity data producer so that the tool will work automatically to get data in real-time and with precision. The dual energy system for drying Moringa leaves is by combining heat energy from the sun directly with heat energy from a heating element sourced from a battery. The use of dual-energy increases the temperature inside the horizontal cylindrical container from 15.91 oC to 26.67 oC when the temperature outside the container is 31oC. Based on research data that has been carried out, drying using the traditional method reduces the water content of Moringa leaves by only 5%. By using this tool, the water content is reduced by 10% -11% with a Moringa leaf weight of 1 kg. Judging from tests on containers with different cylinder materials, the aluminum cylinder material can dry 1 kg of Moringa leaves with the final water content dropping 8.5% with a power of 400 Watts within 5 hours at an average temperature in the cylinder of 46.91oC and temperature outside the cylinder 31oC. Using a stainless steel cylinder material, it takes 6 hours to dry 1 kg of Moringa leaves with a final water content of 9% at an average temperature inside the cylinder of 57.67 oC and a temperature outside the cylinder of 31oC. For a weight of 3 kg of Moringa leaves with a heating element power of 400 Watts, an aluminum cylinder takes an average of 10 hours and with a stainless steel cylinder the average time needed is 13 hours. Aluminum horizontal rotating cylinders can shorten the drying time of Moringa leaves by 1 to 2 hours. Keywords: Prototype Development; Dual Energy System Dryer; Embedded Controllers; Moringa Leaves
ANALISIS EFISIENSI PANEL SURYA SPM-50WP SEBAGAI PENGGERAK KIPAS PADA ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM BERDASARKAN VARIASI KEMIRINGAN (SITI BALQIS RIZKY M, 2018)
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING SURYA UNTUK PEMBUATAN PLIEK U (Aldian Franata Cibro, 2016)
ANALISA PENYERAPAN PANAS PADA KOLEKTOR SURYA UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (SYAIKHUL AKBAR, 2013)
ANALISA SISTEM PENGERING UNTUK PRODUK PERTANIAN (Ilham Akbar, 2023)
KAJIAN KARAKTERISTIK PERALATAN PENGERING HYBRID( ENERGI SURYA DAN GAS LPG ) UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (misswar abd, 2016)