<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119664">
 <titleInfo>
  <title>PENGERING MORINGA OLIEFERA DUAL ENERGI BERTENAGA SURYA DENGAN EMBEDDED CONTROLLER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saifuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengeringan daun kelor (Moringa Oliefera Leaves) saat ini masih menggunakan cara tradisonal dan sangat bergantung pada panas matahari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan upaya pengembangan alat penelitian pengering daun kelor dual energi bertenaga surya dengan embedded controller yang telah dilaksanakan di laboratorium Teknik Universitas Syiah Kuala. Pengembangan dari alat ini menggunakan panel surya dengan embedded controller sehingga dapat menangkap sinar matahari yang maksimum dan mempercepat waktu pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengering dual energi bertenaga surya guna dengan embedded controller untuk mengatasi masalah pengeringan secara tradisional dan masalah keseragaman distribusi panas terhadap kelembaban dengan parameter pengering terkontrol dan stabil dalam usaha untuk mengeringkan daun kelor. Pada penelitian ini juga akan membandingkan bahan silinder aluminium dan stainless steel untuk mendapatkan waktu yang lebih cepat dalam proses pengering daun kelor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan percobaan dengan menggunakan bahan baku daun kelor sebanyak 1 kg dan 3 kg dengan daya elemen pemanas listrik 400 Watt dalam proses unjuk kinerja alat pengering bertenaga surya. Alat ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler arduino mega sebagai pengendali utama, penjejak arah matahari, maksimum power point tracker, IoT dan sensor DHT11 sebagai penghasil data suhu dan kelembaban sehingga alat akan bekerja secara otomatis untuk mendapatkan data secara real time dan presisi. Sistem Dual energi pada pengeringan daun kelor ini yaitu dengan menggabungkan energi panas dari matahari langsung dengan energi panas dari elemen pemanas yang bersumber dari baterai. Penggunaan dual energi meningkatkan temperatur didalam kontainer silinder horizontal menjadi 15,91 oC sampai dengan 26,67 oC saat temperatur luar kontainer 31oC. Berdasarkan dari data penelitian yang telah dilakukan, pengeringan dengan cara tradisional pengurangan kadar air daun kelor hanya sebesar 5% . Dengan menggunakan alat ini, kadar air berkurang hingga 10%-11% dengan berat daun kelor 1 kg. Dilihat dari pengujian pada kontainer dengan bahan silinder yang berbeda, bahan silinder aluminium dapat mengeringkan 1 kg daun kelor dengan tingkat kadar air akhir turun 8,5% dengan daya 400 Watt dalam waktu 5 jam pada suhu dalam silinder rata-rata 46,91oC dan suhu diluar silinder 31oC. Dengan menggunakan bahan silinder stainless steel membutuhkan waktu 6 jam untuk mengeringkan daun kelor 1 kg dengan tingkat kadar air akhir mencapai 9% pada suhu rata rata di dalam silinder 57,67 oC dan suhu diluar silinder 31oC. Untuk berat 3 kg daun kelor dengan daya elemen pemanas 400 Watt , silinder aluminium membutuhkan waktu rata-rata 10 jam dan dengan silinder stainless steel waktu rata- rata yang dibutuhkan adalah 13 jam. Silinder putar horizontal Aluminium dapat mempersingkat waktu pengeringann daun kelor 1 sampai dengan 2 jam.&#13;
Kata Kunci: Pengembangan Prototipe; Pengering Sistem Dual Energi; Embedded Controller; Daun Kelor</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119664</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-22 21:43:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-23 08:37:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>