EVALUASI MAMPU MESIN MATERIAL KOMPOSIT POLIESTER DENGAN PENGUAT SERAT SABUT KELAPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI MAMPU MESIN MATERIAL KOMPOSIT POLIESTER DENGAN PENGUAT SERAT SABUT KELAPA


Pengarang

Zakirullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504102010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dewasa ini, penggunaan komposit sudah sangat luas, baik untuk keperluan industri, peralatan transportasi maupun rumah tangga. Serat alam seperti serat sabut kelapa berpotensi untuk dijadikan penguat material komposit karena serat ini mempunyai berat jenis yang rendah, ramah lingkungan, dan mudah terdegradasi. Material komposit menggunakan serat sabut kelapa sebagai penguat dan resin poliester sebagai bahan matrik. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode Hand Lay-Up. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mampu mesin (machinability) dari material komposit. Proses pemotongan dilakukan dengan pahat potong endmill dan gurdi (drillling) berdiameter 10 mm. Pada proses endmill kecepatan potong yang digunakan adalah 50, 75, 100 dan 125 m/min, pemakanan 0,2, 0,1, 0,3 dan 0,4 mm/put dengan kedalaman potong tetap yaitu I,5 mm, dilakukan dengan arah down-cut dan arah up-cut. Sedangkan pada proses gurdi kecepatan potongnya yaitu 50, 60, 100 dan 120 m/min, pemakanan
0,2, 0,1, 0,3 dan 0,05 mm/put dengan kedalaman potong tetap 35 mm. Dari hasil pengujian pada proses endmill, kecepatan pemakanan (V) 318 mm/min untuk
pemakanan 0,I mm/put lebih halus dibandingkan pemotongan dengan parameter
yang lain dan pemotongan cara down-cut lebih halus dibandingkan dengan up•
cut. Sedangkan untuk hasil dari proses gurdi adalah dengan kecepatan pemakanan (V) 159 mm/min lebih halus dibandingkan pemotongan dengan parameter yang lain. Proses pemesinan untuk komposit serat sabut kelapa memiliki permukaan yang berbeda dan bahan ini dapat digolongkan kepada material yang bersifat getas, karena dengan benturan yang kecil cepat terjadi pecah (chipping) pada bagian awal dan akhir pemotongan. Dari pengamatan dengan mata telanjang dan SEM 180x, 250x dan 600x pembesaran terlihat keadaan serat yang terpotong tidakpatah atau tertarik



Kata kunci: Komposit, Serat sabut kelapa, Mampu mesin, Endmill, Gurdi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK