<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119631">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU  PROFIL KANAL FEROSEMEN DENGAN KONFIGURASI I YANG DIBEBANI  LENTUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meity Maharani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selain mempunyai  sejumlah  nilai tambah  penggunaan  baja, kayu dan beton bertulang sebagai   material   utama   gelagar   jembatan    di   Provinsi   Aceh   memiliki   berbagai keterbatasan.  Masalah  tersebut  memunculkan  ide untuk mengembangkan  profil  kanal ferosemen  sebagai  alternatif pengganti  material  tersebut.  Ferosemen  adalah  sejenis beton  bertulang  tipis  yang terdiri  mortar  semen hidraulik  dengan jarak  lapisan  yang rapat  dan ukuran jaringan  kawat  yang  relatif kecil.  Pada  penelitian  ini  digunakan  6 profil   kanal   ferosemen    yang   dikonfigurasi    menjadi    bentuk    I    dengan    tinggi penampang  300 mm, lebar  100  mm,  tebal  30 mm dan panjang  bentan  2 meter. Profil ini  menggunakan  3, 4 dan 5  lapis  wiremesh sebagai tulangan.  Kekuatan  bahan profil meliputi  kuat tekan  beton 41  MPa,  tegangan  luluh  tulangan  rangka  D8 sebesar  360&#13;
MPa  dan tegangan  luluh  wiremesh  sebesar  420  MPa.  Pengujian  dilakukan  dengan&#13;
menggunakan  metode  ASTM (American  Society for Testing Materials)  yaitu dengan pembebanan   tunggal   di  tengah   bentang.   Pembacaan   lendutan   dilakukan   dengan menempatkan   dua  buah  LVDT  (Linear  Variable  Displacement  Tranducers)  pada jarak  25  cm  dari  tumpuan  dan  satu  buah  LVDT  pada tengah  bentang.  Pembacaan lendutan   dilakukan   setiap  kenaikan  beban  0, 1     ton.   Hasil  pengujian   menunjukkan bahwa beban  ultimit  yang terjadi  pada profil  ][ 300.D2.L3,  profil  ][ 300.D2.IA,  dan profil  ][ 300.D2.L5  masing-masing  mampu  menahan  beban  sebesar  7,8 ton dengan lendutan  1,866  cm;  8,1  ton dengan  lendutan  1,775  cm;  dan 9,8 ton dengan  lendutan&#13;
1,753  cm.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  penambahan   volume  fraksi  wiremesh akan&#13;
mempengaruhi  peningkatan   kapasitas  dan  cenderung   memperkecil  lendutan  yang terjadi.  Didapat  bahwa  penambahan  jumlah  lapis wiremesh,  yaitu  satu lapis  (lapis  3 ke  lapis  4)  dan  dua  lapis  (lapis  3   ke  lapis  5)  menghasilkan  peningkatan   kapasitas sebesar  3,85% dan 25,64%. Model keruntuhan  akhir yang terjadi  pada setiap profil adalah keruntuhan  lentur.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119631</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-22 10:12:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-22 10:12:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>