<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119626">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KINERJA SISTEM PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN CITRA PAMPAT BERBASIS GAUSSIAN PYRAMID DAN WAVELET</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emir Munanzar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan    aplikasi   yang   menggunakan   citra   saat   ini  terus   berkembang, demikian  juga halnya dengan  ukuran  citra  yang  digunakan dan  dihasilkan  dari aplikasi-aplikasi  tersebut.  Dengan   ukuran   yang  bermacam-macam,  merupakan suatu  tantangan  untuk  menyimpan  citra  ke dalam  storage database secara  efisien clan  memprosesnya secara cepat demi  menghemat  ruang penyimpanan dan wak:tu pemrosesan.   Oleh  karena  itu digunakanlah metode  pemampatan yang  bertujuan untuk  mengefisiensikan  media  penyimpanan   serta  waktu pemrosesan   dari  suatu aplikasi  yang digunakan.  Pemampatan  sebuah  citra  merupakan  suatu  cara  yang dilakukan   untuk   mengurangi  jumlah   data   yang   diperlukan  untuk merepresentasikan sebuah  citra.  Pada  tugas  akhir  ini,  metode  Gaussian  Pyramid dan Wavelet  Haar digunakan  untuk  mengkompres (memampatkan) citra iris mata. Pemampatan dengan Gaussian  Pyramid dilakukan  pada  level  I   sedangkan  dengan Wavelet   Haar  dilakukan    pada  bagian LLl  dan   basil   pemampatan   tersebut diterapkan pada database citra  sistem  pengenalan iris mata.  Dari basil  penelitian yang  dilakukan,   nilai  puncak  korelasi   (peak)  POC  pada  sistem  pengenalan   iris sesudah   pemampatan  citra  mengalami   peningkatan   dari nilai  korelasi   sebelum dimampatkan.  Pemampatan   dengan   metode   Wavelet   Haar   menghasilkan  nilai rata-rata korelasi  yang  lebih  tinggi.  Sistem  pengenalan iris  mata yang  memiliki persentase    kecocokan    rata-rata   tertinggi    adalah citra   yang   bersumber   dari database citra  normalisasi asli  sebesar   74,33%,  kemudian  citra  yang  bersumber dari database citra normalisasi pampat Gaussian Pyramid sebesar 71,87%, dan selanjutnya  persentase   kecocokan   rata-rata  terendah   dimiliki  oleh   citra   yang bersumber dari database citra pampat  Wavelet Haar yaitu sebesar  17,88%.&#13;
&#13;
Kata Kunci:    Citra,   Pemampatan  Citra,   Pengenalan  Iris,  Gaussian   Pyramid, Wavelet  Haar</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119626</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-21 07:37:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-21 07:37:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>