KAJIAN KEBUTUHAN DAN PENYEDIAAN ENERGI PADA SEKTOR KOMERSIAL DI PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN KEBUTUHAN DAN PENYEDIAAN ENERGI PADA SEKTOR KOMERSIAL DI PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM


Pengarang

JULIANTO - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0141210058

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kebutuhan energi dihitung berdasarkan besarnya proyeksi aktivitas pemakaian energi dan intensitas pemakaian energi (Setara Barrel Minyak per nilai tambah). Tingkat perekonomian dan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemakaian energi. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk akan menyebabkan aktivitas pemakaian energi semakin tinggi. Penyediaan energi selain ditentukan dari besarnya prakiraan kebutuhan energi, juga ditentukan oleh jumlah cadangan energi, teknologi pemanfaatan energi, kebijakan pemerintah dan tingkat investasi di bidang energi. Dalam kajian ini dilakukan prakiraan kebutuhan dan penyediaan energi sektor komersial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan menggunakan model LEAP (Long• range Energy Alternatives Planning System). Analisis kebutuhan dan penyediaan energi sektor komersial dilakukan lima belas tahu kedepan tahun 2005 sebagai tahun dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan dan penyediaan energi di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam selama periode 2005-2020 meningkat. Menurut jenis energi yang dikonsumsi, pertumbuhan kebutuhan energi akan minyak tanah tumbuh rata-rata 4,43% per tahun; kebutuhan minyak solar juga tumbuh sebesar 4,13% per tahun; kebutuhan energi listrik tumbuh rata-rata
4,21% per tahun dan kebutuhan LPG tumbuh rata-rata 3,85%. Pada tahun 2020
listrik merupakan jenis energi yang paling besar dibutuhkan yaitu sebesar 60,6% (110,12 $BM), diikuti minyak solar 20,4%,(37 Ribu SBM), minyak tanah 14,2% (25 Ribu SBM) dan LPG 4,8% (8,72) dari total energi yang dibutuhkan pada sektor Komersial di Provinsi NAD. Hasil proyeksi menunjukkan kebutuhan energi listrik merupakan kebutuhan energi terbesar pada sektor Komersial di Provinsi NAD.sebagaimana kita ketahui kebutuhan energi listrik di provinsi NAD setiap tahu harus dipasok dari luar karena belum adanya pembangkit listrik dalam sekala besar di provinsi NAD. Oleh karena itu pihak pemerintah, Perguruan Tinggi, dan pihak swasta sama-sama memikirkan untuk mengembangkan potensi energi yang ada di Provinsi NAD agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan energi dimasa yang akan datang.

Kata Kunci : Proyeksi Energi, Sektor Komersial, Pertumbuhan Ekonomi, SBM.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK