<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119567">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA CAMPURAN BETON ASPAL UNTUK LAPIS PERMUKAAN RUNWAY MENGGUNAKAN ASPAL SHELL SEBAGAI BAHAN PENGIKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROJA NOVINI HARJULISKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salab  satu  syarat  dalam  perencanaan  runway  adalab  jalur perkerasan   yang dipergunakan  oleh  pesawat  terbang  untuk  mendarat  (landing)  dan melakukan   lepas landas  (take  ojj).  Runway   adalab   suatu   (landasan   pacu)   yang  berfungsi   sebagai lapisan  yang  menahan  dan  menyebarkan   beban  roda pesawat.  Pembangunan runway untuk  konstruksi  lapis permukaan yang  digunakan  berupa  lapis  beton  aspal  (laston) dengan  mengunakan kadar  aspal  optimum  KAO. Jenis  aspal  yang  digunakan   untuk lapis   permukaan   runway   adalab   aspal   shell,   dengan   kandungan    Aspal   Parafin maksimal   2%  (Anonim,   2006).  Filler  yang  digunakan   dalam  penelitian   ini adalah semen  portland.    Tujuan dari  penelitian   ini adalah  untuk  mengetahui   kadar  aspal optimum    yang   diperoleh   dari   metode   Marshall.   Penelitian    ini  diawali   dengan pemeriksaan   sifat-sifat   fisis  material   meliputi   agregat  kasar,  agregat  halus,  bahan pengisi  (filler)  dan pemeriksaan sifat fisis aspal shell. Pembuatan  benda uji  sebanyak&#13;
15 benda  uji untuk  penentuan  kadar  aspal  optimum  dengan  metode  Marshall  dengan variasi  kadar  aspal  yaitu  5,0%,  5,5%,  6%, 6,5%,  dan 7 ,0% untuk menentukan KAO. Selanjutnya Hasil  yang diperoleh  untuk  penentuan  kadar  aspal optimum  berdasarkan metode  Marsall yang didapat  dari parameter  Marshall  yaitu nilai stabilitas  maksimum yang   diperoleh    1283   kg,  kelelehan   plastis   (flow)   3,70   mm,   berat   isi   (density)&#13;
2,318 gr/cc, rongga  terisi  campuran  (VIM)  3,35%,  rongga  antar butir (VMA)  15,40%,&#13;
rongga  terisi aspal  (VFB)  79,00%  dan Marsall  quotient  (MQ)  350 kn/mm. Dari hasil pengujian  terhadap    nilai   analisa    Marshall    sehingga    mendapatkan   kadar   aspal optimum  (KAO)  6, 18%.  Nilai  durabilitas  pada  penelitian   ini sebesar  96,80%.  Hasil ini  menunjukkan  campuran   beton   aspal   ini  telah   memenuhi   syarat   untuk   lapis permu.kaan runway.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 14:15:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 11:14:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>