STUDI PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM PADA BETON ASPAL BERGRADASI TERBUKA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM PADA BETON ASPAL BERGRADASI TERBUKA


Pengarang

SUNDARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101020135

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

620.191

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu syarat dalam perencanaan suatu jalan raya adalah perencanaan campuran perkerasan beton aspal (aspal beton). Aspal beton adalah salah satu jenis dari konstruksi perkerasan lentur yang bersifat struktural, berfungsi sebagai lapisan yang menahan dan menyebarkan beban roda. Perencanaan campuran beton aspaJ terdiri dari pemilihan ripe gradasi agregat dan kadar aspal. Bila ripe gradasi dan kadar aspal telah ditentukan maka perencanaan selanjutnya adaJah menentukan kadar aspaJ optimum. Material yang menjadi objek penelitan ini adalah batu pecah bergradasi terbuka, filler abu batu dan aspal penetrasi 60/70. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar aspal optimum yang menggunakan agregat pecah bergradasi terbuka dengan metode Jepang, kemudian hasil ini dibandingkan dengan kadar aspal optimum yang diperoleh dari metode Marshall. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis material meliputi batu pecah, gradasi dan aspal penetrasi
60/70. Selanjutnya dibuat benda uji sebanyak 45 benda uji, yang terdiri dari 15 benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum dengan metode MarshaJl dengan variasi
kadar aspal yaitu 3,%, 3,5%, 4,%, 4,5%, dan 5%. Kemudian dibuat 30 benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum dengan metode Jepang. Dari hasil pengujian untuk penentuan kadar aspal optimum berdasarkan metode Jepang (Fukuda) diperoleh kadar aspal optimum sebesar 4% dengan nilai cantabro loss 19%, asphalt flow down 0,11%, kadar rongga terisi campuran (VIM) 14,8% dan berat volume (density) 2,29 gr/cm'. Hasil pengujian untuk penentuan kadar aspaJ optimum berdasarkan metode Marshall, diperoleh stabilitas maksimum 570 kg, hasil tersebut tidak memenuhi persyaratan minimal 750 kg. Jadi kadar aspal optimum tidak dapat dihitung, berarti metode Marshall tidak bisa digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum beton aspal bergradasi terbuka.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK