<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119566">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM PADA BETON ASPAL BERGRADASI TERBUKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUNDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu syarat dalam perencanaan suatu jalan  raya adalah perencanaan campuran perkerasan beton  aspal   (aspal   beton).  Aspal   beton adalah  salah satu jenis  dari konstruksi  perkerasan lentur  yang bersifat struktural, berfungsi  sebagai  lapisan yang menahan dan menyebarkan beban roda.  Perencanaan  campuran beton aspaJ  terdiri dari pemilihan ripe gradasi agregat dan kadar aspal. Bila ripe gradasi dan kadar aspal telah  ditentukan  maka  perencanaan  selanjutnya  adaJah   menentukan kadar  aspaJ optimum.  Material  yang menjadi  objek penelitan ini  adalah  batu pecah bergradasi terbuka, filler abu batu dan aspal penetrasi 60/70. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui  kadar  aspal   optimum  yang menggunakan agregat  pecah  bergradasi terbuka dengan metode Jepang,  kemudian hasil  ini  dibandingkan dengan kadar aspal optimum  yang  diperoleh  dari  metode  Marshall.  Penelitian  ini   diawali  dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis material  meliputi  batu pecah, gradasi  dan aspal penetrasi&#13;
60/70. Selanjutnya dibuat benda uji sebanyak 45 benda uji, yang terdiri dari 15 benda uji  untuk penentuan kadar aspal  optimum dengan metode MarshaJl  dengan variasi&#13;
kadar aspal  yaitu 3,%,  3,5%,  4,%, 4,5%,  dan  5%.  Kemudian dibuat 30 benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum dengan metode Jepang. Dari hasil pengujian untuk  penentuan   kadar  aspal   optimum  berdasarkan  metode  Jepang   (Fukuda) diperoleh kadar aspal  optimum sebesar 4% dengan nilai  cantabro loss  19%, asphalt flow  down  0,11%, kadar rongga terisi  campuran (VIM)  14,8% dan berat volume (density)  2,29 gr/cm'. Hasil pengujian untuk penentuan kadar aspaJ optimum berdasarkan metode Marshall, diperoleh stabilitas maksimum 570 kg, hasil tersebut tidak memenuhi  persyaratan minimal 750 kg.   Jadi  kadar aspal optimum tidak dapat dihitung, berarti metode Marshall tidak bisa digunakan untuk menentukan kadar aspal optimum beton aspal bergradasi terbuka.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGGREGATES (MATERIALS) - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.191</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119566</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 14:10:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-22 16:09:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>