<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119557">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERBANDINGAN TEKNOLOGI HIGH ALTITUDE  PLATFORM STATION (HAPS) DENGAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) PADA GSM SEBAGAI ALTERNATIF TELEKOMUNIKASI BERGERAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASNAWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan  layanan  komunikasi  wireless  yang  berkapasitas  besar  terns bertambah.   Salah  satunya  adalah  layanan  komunikasi  bergerak  yang  semakin diminati  oleh  masyarakat  dunia.   Sistem  komunikasi  teresterial  membutuhkan pembangunan  banyak base transceiver untuk melangsungkan  komunikasi line of sight,  sementara  untuk  satelit  memiliki  keterbatasan  pada  kapasitasnya.  Solusi yang  timbul  kemudian  adalah  dengan  menggunakan  High  Altitude  Platform Station   (HAPS).   Teknologi   ini  beroperasi   pada  ketinggian   20  km  di  atas permukaan laut di lapisan stratosfer. HAPS dapat berupa halon udara atau pesawat tanpa awak yang membawa beban berupa peralatan telekomunikasi  di dalamnya Tulisan ini membandingkan  sebuah HAPS   dengan BTS sebagai pemancar  atau penerima  sebagai  altematif  telekomunikasi  bergerak.   HAPS  memiliki  banyak keuntungan  diantaranya  cakupan  sangat  luas  dimana satu  wahana  HAPS  dapat mencakup daerah 450 km sampai dengan 500 km sedangkan pada BTS hanya 2-4 km saja dan tergantung  kepada kepadatan  wilayah, menggunakan  modulasi  16&#13;
QAM sedangkan pada GSM menggunakan OMSK, HAPS memiliki alokasi kanal yang besar sampai 1.000.000 pelanggan jauh  lebih kecil jika menggunakan  BTS, biaya HAPS yang lebih murah jika  dibandingkan  dengan pembangunan  ratusan BTS   untuk   cakupan   yang   sama,   perawatan   yang   lebih   baik   dan   dapat&#13;
dikembangkan secara luas dan cepat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119557</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 13:20:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 13:20:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>