<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119548">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT BUATAN TERHADAP POTENSIAL KOROSI BETON BERTULANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulhaiban</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses karbonisasi dan instrusi ion khJorida adalah dua fak:tor utama yang menyebabkan   lapisan  pasif baja tulangan  rusak. Lingkungan  yang  korosif juga mempengaruhi  umur dan durabilitas  dari beton  sehingga korosi yang terjadi  pada baja tulangan  akan semakin cepat.  Selain lingkungan yang korosif,  terdapat juga fak:tor  lain  yang  mempengaruhi  cepat  atau  lambatnya  korosi,  seperti  material pengisi  dari  beton.  Pernilihan  beton  dengan  mensubstitusikan  agregat  buatan seperti kaca dan keramik merupakan  salah satu strategi proteksi korosi. Penelitian ini mengkaj i  aspek korosi dari baja tuJangan untuk mengetahui resiko korosi yang akan  terjadi  pada  beton  bertulang   substitusi  agregat   buatan.  Pemilihan   dan pergantian  agregat  pengisi beton akan diajukan sebagai penelitian  untuk mengkaji pengaruh  potensial  korosi  baja tulangan  dalam  beton  dengan  substitusi agregat kaca  dan kerarnik  dilingkungan khJorida. Agregat  buatan  disubstitusikan  secara parsial  ke dalam  beton dengan  persentase  5%,  I 0%,  15%, 20%,  25% dan 30%, kemudian  direndam  di  dalam  air  laut  buatan  (3,5%  NaCl).  Metode  Half Cell Potential Mapping digunakan  sebagai salah satu cara untuk mengetahui  potensial korosi  yang  akan terjadi  pada  beton  bertulang  selama  dua  belas  bulan  dengan periode pengambilan data dua bulan sekali. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sinergisasi agregat buatan berupa kaca dan keramik tidak berdampak pada meningkatnya nilai potensial korosi tulangan di dalam beton serta memiliki resiko korosi   yang   mendekati   atau   sama   dengan   beton   bertulang   agregat   alam. Sedangkan  fak:tor dari perendaman  yang dilakukan  untuk  19  spesimen  benda uji ke  dalam   air  laut  buatan   3,5%  NaCl   memberikan   pengaruh   terhadap   nilai potensial korosi tulangan di dalam beton. Semakin lama proses perendaman,  maka nilai potensial  korosi yang  terukur  akan semakin  tinggi  (negatif). Hal  ini  dapat ditunjukkan  dengan   perubahan   nilai  potensial   korosi   yang   terukur   di   atas permukaan   beton  pasca  curing yang  berkisar  pada  range &gt;  -200  mV sampai dengan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REINFORCED CONCRETE - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>693.54</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119548</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 12:45:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-22 16:50:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>